DPRD Balikpapan Waspadai Penurunan Pendapatan, APBD Berpotensi Dipangkas

Ketua DPRD Balikpapan Alwi Al Qadri

BALIKPAPAN,Inibalikpapan.com – Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Balikpapan, Alwi Qadri, mengungkapkan bahwa kondisi keuangan daerah saat ini tengah menghadapi tekanan serius akibat penurunan pendapatan. 

Situasi tersebut dinilai berpotensi berdampak pada Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Balikpapan tahun berjalan maupun tahun mendatang. Hal ini disampaikan Alwi saat ditemui usai kegiatan di lingkungan Pemkot Balikpapan, Senin (10/11/2025).

Alwi tidak menampik bahwa saat ini terdapat indikasi penurunan pendapatan daerah yang cukup signifikan. Kondisi tersebut membuat pemerintah daerah harus mulai mengantisipasi kemungkinan penyesuaian anggaran atau efisiensi belanja.

“Penurunannya sangat terasa, jadi lumayan membuat stres. Ada kemungkinan APBD kita dipisit nanti,” ujarnya.

Meski begitu, Alwi menegaskan bahwa pembahasan terkait pemangkasan anggaran belum dilakukan secara formal. Namun, ia menilai penting untuk mulai memetakan potensi dampak dan langkah mitigasi agar kegiatan pembangunan dan pelayanan publik tetap berjalan optimal.

“Nah ini belum sampai ke tahap pembahasan pemangkasan secara detail, tapi yang jelas karena penurunan-penurunan itu, kita perlu waspada sejak sekarang,” tegasnya.

Di tengah tekanan fiskal tersebut, Alwi menyebut Balikpapan masih memiliki keuntungan dibanding daerah lain di Kalimantan Timur, yakni tingginya Pendapatan Asli Daerah (PAD). Menurutnya, PAD Balikpapan menjadi salah satu yang tertinggi dibanding 10 kabupaten/kota di Kaltim.

“Kita bersyukur karena PAD Balikpapan cukup tinggi. Itu yang menolong kita,” jelasnya.

PAD Balikpapan selama ini ditopang oleh sektor jasa, khususnya hotel, restoran, dan sektor perdagangan akibat posisi strategis kota sebagai pintu gerbang Kalimantan Timur. Tingginya kunjungan masyarakat maupun pelaku bisnis membuat perputaran ekonomi Balikpapan relatif stabil.

“Karena Balikpapan ini kan pintu gerbang Kalimantan Timur. Ada hotel, restoran, dan lain-lain,” tambahnya.

Anggaran Transfer

Namun demikian, Alwi mengingatkan bahwa tingginya PAD tidak otomatis membuat Balikpapan aman dari tekanan fiskal. Sebab, potensi pemotongan anggaran transfer dari pusat dan efisiensi belanja daerah juga harus diperhitungkan.

“Cuma potongannya juga lumayan besar. Bukan paling besar, tapi termasuk besar juga,” katanya.

Ia berharap pemerintah daerah bersama DPRD dapat mengelola APBD secara bijaksana dan proporsional, dengan mengutamakan program yang memberikan manfaat langsung kepada masyarakat. Alwi juga mendorong seluruh Organisasi Perangkat Daerah (OPD) agar melakukan perencanaan yang lebih selektif dan efektif.

“Yang penting kita tetap prioritaskan program yang menyentuh masyarakat, sehingga pelayanan publik tetap berjalan maksimal,” tutupnya.***

Tinggalkan Komentar

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses