Dukung IKN Green City, KAGAMA dan Wawali Balikpapan Tanam 50 Pohon di Nusantara
NUSANTARA, Inibalikpapan.com – Visi Ibu Kota Nusantara (IKN) sebagai kota hutan (forest city) mendapat dukungan nyata dari kalangan intelektual.
Keluarga Alumni Universitas Gadjah Mada (KAGAMA) bersama Wakil Wali Kota Balikpapan Bagus Susetyo melakukan penanaman 50 bibit pohon di kawasan IKN pada Sabtu (17/1/2026).
Aksi ini bukan sekadar seremoni, melainkan bagian dari komitmen strategis Keluarga Alumni Teknik Sipil UGM (KATSGAMA) dalam mengawal aspek ekologis di tengah masifnya pembangunan infrastruktur nasional di Kalimantan Timur.
Sinergi Beton dan Ekosistem
Wakil Wali Kota Balikpapan memberikan apresiasi tinggi atas inisiatif tersebut. Menurutnya, kolaborasi lintas sektor antara pemerintah dan komunitas alumni sangat krusial untuk memastikan pembangunan fisik IKN tetap berjalan selaras dengan keseimbangan alam.
“Pembangunan IKN tidak boleh mengabaikan kelestarian lingkungan. Penanaman pohon ini adalah langkah sederhana namun bermakna besar bagi kualitas hidup masyarakat di masa depan,” tegas Wawali di sela-sela kegiatan.
Ia menambahkan bahwa keterlibatan kaum akademisi membuktikan bahwa keberlanjutan IKN adalah tanggung jawab kolektif bangsa, bukan hanya beban pemerintah pusat.
Dari Keahlian Hingga Aksi Nyata
Selain aksi hijau, kunjungan ini diisi dengan audiensi strategis antara pengurus KATSGAMA dan pemangku kepentingan IKN. Beberapa poin utama yang dibahas meliputi:
- Dukungan Infrastruktur: KATSGAMA menyatakan kesiapan menyumbangkan keahlian profesional teknik sipil untuk pembangunan IKN.
- Penguatan SDM: Diskusi mengenai peningkatan kualitas sumber daya manusia lokal guna menyambut transisi ibu kota.
- Tanggung Jawab Moral: Alumni UGM menegaskan komitmen untuk berkontribusi bagi bangsa, baik melalui pemikiran teknis maupun aksi pelestarian lingkungan.
Inspirasi Aksi Kolektif
Kegiatan penanaman pohon ini diharapkan menjadi pemantik bagi elemen masyarakat lain untuk ikut menjaga ekosistem Nusantara.
Di tengah pesatnya pembangunan gedung dan jalan, aksi kolektif ini menjadi pengingat bahwa masa depan Nusantara harus dibangun di atas fondasi lingkungan yang sehat bagi generasi mendatang.***
BACA JUGA
