Dulu Takut Hujan, Kini Tenang: Rumah Amir di Balikpapan Berubah Berkat BSPS

BALIKPAPAN,Inibalikpapan.com – Setiap hujan deras dulu, Amir selalu waswas. Atap rumahnya bocor, air masuk ke ruang keluarga. Kini, warga Manggar Baru, Balikpapan itu bisa tidur tenang. 

Rumahnya berubah layak huni setelah mendapat Bantuan Stimulan Perumahan Swadaya (BSPS) dari pemerintah.

Rumah sederhana Amir di Kelurahan Manggar Baru sebelumnya jauh dari kata layak. Atap seng rapuh, dinding lapuk, dan kusen kayu sudah termakan usia. Hujan deras bukan sekadar suara air, tapi ancaman yang membuat keluarga harus bersiap menampung bocoran.

Perubahan besar terjadi setelah Amir menerima BSPS senilai Rp20 juta. Bantuan itu digunakan untuk mengganti atap, memperbaiki dinding, kusen, dan bagian rumah lain yang sudah tidak aman.

“Sekarang atapnya tidak bocor lagi. Kalau hujan, sudah tidak khawatir,” ujar Amir dengan wajah lega, Selasa (30/12/2025).

Gotong Royong Jadi Kunci Renovasi

Amir yang sehari-hari bekerja menjemur dan menjual ikan asin mengaku, renovasi rumahnya bukan hanya soal bantuan dana. Semangat gotong royong menjadi kekuatan utama.

Ia menerima Rp17,5 juta untuk bahan bangunan dan Rp2,5 juta untuk upah tukang. Saat dana dirasa terbatas, keluarga dan tetangga ikut membantu, terutama di hari libur.

“Kalau hari libur, kami gotong royong. Tetangga dan keluarga ikut bantu supaya cepat selesai,” tuturnya.

Perubahan rumah Amir disaksikan langsung oleh Direktur Pembangunan Perumahan Perkotaan Kementerian PKP, Rini Dyah Mawarty, saat kunjungan lapangan di Balikpapan.

Tak hanya ke Manggar Baru, Rini juga mengunjungi penerima BSPS di Kelurahan Sepinggan dan Margomulyo, didampingi Balai P3KP Kalimantan II. Di setiap lokasi, ia berdialog langsung dengan warga, mendengar cerita kondisi rumah sebelum direnovasi hingga manfaat yang dirasakan setelahnya.

BSPS Bukan Sekadar Bangunan

Kepala Balai P3KP Kalimantan II, Anggoro Putro, menegaskan bahwa BSPS bukan sekadar program renovasi fisik rumah.

“BSPS adalah bantuan Rp20 juta untuk mendorong masyarakat memperbaiki rumah agar layak huni. Jika kurang, diharapkan ada keswadayaan. Pak Amir sudah menerapkan itu lewat gotong royong keluarga dan tetangga,” jelasnya.

Menurut Anggoro, keberhasilan BSPS juga diukur dari tumbuhnya kemandirian dan kebersamaan warga.

Di Balikpapan, kota pesisir dengan curah hujan tinggi, rumah layak bukan kemewahan melainkan kebutuhan dasar. Bagi Amir, BSPS bukan hanya memperbaiki bangunan, tetapi mengembalikan rasa aman bagi keluarganya.

Kini, hujan tak lagi menjadi momok. Rumah kecil itu berdiri lebih kokoh, menjadi tempat berlindung yang benar-benar layak disebut rumah.***

Tinggalkan Komentar

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses