Efisiensi Anggaran Jadi Sorotan, Wali Kota Balikpapan Pertimbangkan Lanjutkan WFH ASN

Walikota
Wali Kota Balikpapan Rahmad Mas'ud

BALIKPAPAN,Inibalikpapan.com — Wali Kota Balikpapan Rahmad Mas’ud menegaskan pentingnya efisiensi anggaran di tengah keterbatasan fiskal daerah, termasuk mempertimbangkan kebijakan work from home (WFH) bagi aparatur sipil negara (ASN). Hal itu disampaikan dalam apel pagi di lingkungan pemerintah kota, Selasa (31/3/2026).

Menurut Wali Kota, penerapan WFH sebelumnya terbukti mampu menekan pengeluaran listrik perkantoran hingga 30–40 persen. Penggunaan pendingin ruangan (AC) dan konsumsi listrik yang lebih terkendali menjadi faktor utama penghematan tersebut.

“Ini perlu jadi pertimbangan kita bersama, apakah WFH akan dilanjutkan atau tidak. Di satu sisi ada efisiensi anggaran, tapi di sisi lain ada juga dinamika di internal ASN,” ujarnya.

Ia mengakui, sebagian pegawai, khususnya laki-laki, menyampaikan keberatan terhadap kebijakan tersebut. Namun, Wali Kota menegaskan bahwa kepentingan pelayanan publik dan kondisi keuangan daerah harus menjadi prioritas utama.

“Silakan memilih, antara kepentingan pribadi atau kepentingan pemerintahan. Jangan sampai persoalan pribadi dibawa ke dalam pekerjaan. Yang penting roda pemerintahan tetap berjalan dengan baik,” tegasnya.

Wali Kota bahkan mengusulkan agar dilakukan jajak pendapat melalui Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) guna menampung aspirasi ASN terkait kebijakan tersebut.

Lebih jauh, ia menyoroti kondisi anggaran daerah yang diperkirakan masih akan mengalami tekanan hingga 2027. Oleh karena itu, ia meminta seluruh perangkat daerah untuk memprioritaskan program yang berdampak langsung bagi masyarakat.

“Program seperti BPJS gratis, bantuan pendidikan, hingga seragam sekolah gratis jangan sampai dihapus. Itu sangat dirasakan manfaatnya oleh masyarakat,” katanya.

Pengurangan Kegiatan Dinas

Sebaliknya, ia mendorong pengurangan pada kegiatan yang dinilai kurang mendesak, seperti perjalanan dinas dan acara seremonial. Menurutnya, langkah tersebut lebih bijak dibanding memangkas program layanan publik.

Dalam kesempatan itu, Wali Kota juga menekankan pentingnya sinergi antarorganisasi perangkat daerah (OPD). Ia menilai masih ada kecenderungan sebagian instansi bekerja secara sektoral dan kurang peduli terhadap isu di luar tugas pokoknya.

“Masalah kebersihan bukan hanya tugas DLH, begitu juga lampu jalan bukan semata urusan Dishub. Semua harus peduli. ASN harus responsif terhadap kondisi di lapangan,” ujarnya.

Ia mencontohkan masih ditemukannya lampu penerangan jalan yang mati tanpa segera ditindaklanjuti. Bahkan, dirinya mengaku kerap langsung menghubungi dinas terkait saat menemukan persoalan tersebut.

Ke depan, Wali Kota berharap seluruh ASN dapat bekerja dengan komitmen dan keikhlasan, serta memperkuat kolaborasi dalam mewujudkan program pembangunan yang telah direncanakan.

“Tanpa dukungan semua pihak, program yang sudah kita rancang tidak akan berjalan maksimal. ASN adalah penggerak utama di lapangan,” katanya.(***/Adv Diskominfo Balikpapan).

Tinggalkan Komentar

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses