Efisiensi Anggaran, Pemkot Balikpapan Pilih Pangkas Kegiatan Seremonial Ketimbang Layanan Dasar

BALIKPAPAN, inibalikpapan.com – Pemerintah Kota Balikpapan memastikan kebijakan efisiensi anggaran tidak akan menyentuh sektor pelayanan dasar. Di tengah tekanan fiskal yang dialami banyak daerah, prioritas tetap diarahkan pada pendidikan, kesehatan, dan infrastruktur.

Wali Kota Balikpapan Rahmad Mas’ud menegaskan, langkah penghematan dilakukan secara selektif dengan memangkas belanja nonprioritas seperti kegiatan seremonial, jamuan, serta perjalanan dinas. Anggaran untuk program strategis dipastikan tetap berjalan.

“Program prioritas tetap berjalan. Tata kelola pemerintahan, penyediaan air bersih, peningkatan pelayanan publik, ruang ramah anak, perlindungan lingkungan, pendidikan, kesehatan, serta infrastruktur tidak akan kita kurangi,” ujarnya kepada wartawan.

Menurutnya, keterbatasan fiskal tidak boleh berdampak pada kualitas layanan publik. Karena itu, penyesuaian anggaran difokuskan pada belanja yang tidak mendesak, sementara program yang bersentuhan langsung dengan masyarakat tetap dipertahankan.

Dari sisi pendapatan, Pemkot mengoptimalkan pendapatan asli daerah (PAD), terutama dari sektor perpajakan dan jasa. Optimalisasi dilakukan dengan mempertimbangkan daya beli masyarakat dan menjaga iklim usaha tetap kondusif.

Sebelumnya, pemerintah pusat merencanakan pemangkasan alokasi transfer ke daerah (TKD) untuk tahun 2026. Beberapa pihak menilai pemotongan besar ini bisa menghambat layanan publik di daerah, termasuk layanan pendidikan, kesehatan, dan transportasi publik.***

Tinggalkan Komentar

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses