Ekonomi Kaltim 2026 Diproyeksi Melaju Kencang: Ekspansi Kilang dan Ekosistem IKN Jadi Motor Utama

Peluncuran Laporan Perekonomian Indonesia (LPI) 2025 di Kantor BI Kaltim, Rabu (28/1/2026)
Peluncuran Laporan Perekonomian Indonesia (LPI) 2025 di Kantor BI Kaltim, Rabu (28/1/2026) / Pemprov

SAMARINDA, Inibalikpapan.com – Prospek ekonomi Kalimantan Timur (Kaltim) di tahun 2026 diprediksi tetap cerah di tengah ketidakpastian global. Bank Indonesia (BI) memprakirakan pertumbuhan ekonomi Benua Etam akan lebih tinggi dibandingkan tahun sebelumnya, didorong oleh akselerasi sektor industri pengolahan dan konstruksi.

Deputi Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Kaltim, Bayuadi Hardiyanto, menjelaskan bahwa penambahan kapasitas kilang (refinery) dan kelanjutan megaproyek Ibu Kota Nusantara (IKN) menjadi pilar utama pertumbuhan tersebut.

Konstruksi IKN Fokus pada Kompleks Legislatif & Yudikatif

Sektor konstruksi diperkirakan tetap menjadi primadona seiring dengan bergesernya fokus pembangunan di IKN. Pada 2026, pengembangan ekosistem perkantoran lembaga legislatif dan yudikatif diprediksi akan menyedot anggaran yang signifikan.

“Pembangunan ekosistem legislatif dan yudikatif di IKN pada 2026 diprakirakan membutuhkan anggaran sekitar 6 persen lebih tinggi dibandingkan tahun 2025,” ungkap Bayuadi dalam acara Peluncuran Laporan Perekonomian Indonesia (LPI) 2025 di Kantor BI Kaltim, Rabu (28/1/2026).

Tantangan Transisi Energi dan Cuaca Basah

Meski optimis, BI memberikan catatan merah pada sektor pertambangan. Permintaan batu bara dari Tiongkok diprediksi merosot sebesar 1,49 persen (yoy) akibat masifnya transisi energi menuju energi terbarukan di negara-negara mitra dagang.

Sektor pertanian pun tak luput dari tantangan. Selain adanya agenda replanting (peremajaan) Tandan Buah Segar (TBS) sawit, ancaman fenomena La Nina atau cuaca basah pada 2026 berpotensi menurunkan produktivitas lahan.

Namun, pemerintah provinsi telah menyiapkan langkah mitigasi melalui:

  • Optimalisasi Lahan (Oplah): Target mencapai 3.000 hektar pada 2026.
  • Sinergi CSR: Peningkatan keterlibatan perusahaan dalam pengembangan sektor pertanian.

Inflasi Terjaga di Angka 2,5 Persen

Di sisi stabilitas harga, Bank Indonesia memproyeksikan inflasi Kaltim tetap berada dalam rentang kendali sebesar 2,5%. Kelompok makanan, minuman, dan tembakau masih menjadi kontributor utama inflasi (volatile food).

Secara global, kenaikan harga emas perhiasan juga patut diwaspadai sebagai penyumbang inflasi nasional yang berdampak ke daerah. “Meskipun ada tantangan dari harga komoditas global dan bahan bakar, tekanan inflasi Kaltim 2026 diprakirakan tetap berada dalam kisaran sasaran,” pungkas Bayuadi.

Acara ini turut dihadiri oleh jajaran petinggi daerah, termasuk Asisten Perekonomian dan Administrasi Pembangunan Setda Kaltim, Ujang Rachmad, serta Kepala Bappeda Kaltim, Muhaimin. / Pemprov

Tinggalkan Komentar

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses