Enam Program Tematik PKK Diluncurkan, Perkuat Pemberdayaan Berbasis Potensi Lokal

BALIKPAPAN,Inibalikpapan.com – Kecamatan Balikpapan Utara meluncurkan enam program tematik pemberdayaan PKK yang disepakati bersama seluruh PKK kelurahan se-Balikpapan Utara.

Program ini menjadi langkah strategis untuk memperkuat peran PKK dalam mengembangkan potensi lokal, sekaligus menyinergikan program pemerintah kota dengan kebutuhan masyarakat di tingkat kelurahan.

Camat Balikpapan Utara, Umar Adi mengatakan, bahwa enam tematik tersebut merupakan bentuk kolaborasi antara kecamatan, kelurahan, serta pengurus PKK, dengan tujuan menghadirkan identitas dan fokus pengembangan yang berbeda di setiap wilayah.

“Ada enam hal yang kami launching dan sepakati bersama PKK kecamatan maupun kelurahan. Ini tidak lepas dari peran para camat dan lurah se-Balikpapan Utara. Enam tematik ini menjadi penguatan pemberdayaan PKK yang mewarnai Balikpapan Utara,” ujar Umar Adi, Senin (2/2/2026).

Ia menjelaskan, Kelurahan Graha Indah (Gerahang) ditetapkan dengan penguatan IPON Bawang Tiwai sebagai produk unggulan, tanpa mengesampingkan potensi lain seperti Koperasi Merah Putih dan kawasan mangrove. Sementara itu, Kelurahan Terang Jaya (Tarang Jowang) difokuskan pada pengembangan singkong, mengingat wilayah tersebut telah dikenal dengan produk PAP dan KP, serta kini mulai mengembangkan produk turunan seperti tepung singkong.

Kelurahan Gunung Samarinda Baru (DSB) diarahkan sebagai kelurahan digital. Menurut Umar, DSB selama ini telah mengembangkan digitalisasi data kependudukan melalui BPS serta basis data PKK. Ke depan, konsep kelurahan digital ini akan menjadi pilot project untuk sistem pelaporan dan pemberdayaan masyarakat berbasis digital di Balikpapan Utara.

“Untuk Kelurahan Gunung Samarinda (GSM), penguatannya adalah kampung UP2K UMKM. Sudah saatnya produk-produk UMKM di wilayah ini dipublikasikan lebih luas,” jelasnya.

Selanjutnya, Kelurahan Batu Ampar difokuskan pada manajemen potensi UP2K berbasis pangan lokal. Wilayah ini memiliki produk unggulan seperti melon, serta rencana pengembangan kampung wisata yang akan dipadupadankan dengan program PKK.

Selain itu, terdapat penguatan program berbasis lingkungan melalui gerakan “Mas Bima” atau Masyarakat Bijak Mengelola Alam, dengan fokus pada pengelolaan sampah dan penguatan perilaku hidup bersih dan sehat (PHBS) sebagai proyek percontohan di tingkat kecamatan.

Umar Adi menegaskan, enam program tematik ini merupakan bagian dari integrasi Kampung Madani, program Pemerintah Kota Balikpapan, serta penyatuan program SPU dan PKK dari pusat hingga kelurahan.

“Harapannya, setiap kelurahan memiliki ciri khas, bergerak sesuai potensi lokalnya, dan pada akhirnya meningkatkan kesejahteraan masyarakat secara berkelanjutan,” pungkasnya.***

Tinggalkan Komentar

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses