Festival Literasi Balikpapan Perkuat Budaya Baca dan Kreativitas Sekolah
BALIKPAPAN,Inibalikpapan.com — Festival Literasi Balikpapan (FLB) kembali menjadi ruang kolaborasi yang mempertemukan sekolah, guru, dan siswa dalam memperkuat budaya literasi di tengah tantangan era digital.
Kegiatan ini tidak hanya berfokus pada masyarakat secara umum, tetapi juga menitikberatkan pada proses pembelajaran yang bermakna di lingkungan pendidikan.
Koordinator Festival Literasi Balikpapan, Vina Dwi Lestari, menyampaikan bahwa selama empat tahun pelaksanaan, program ini menunjukkan perkembangan signifikan. Tercatat sebanyak 180 sekolah telah terlibat aktif, dengan total partisipasi mencapai 298 sekolah dari berbagai jenjang pendidikan.
“Partisipasi ini menunjukkan komitmen kuat sekolah dalam menjadikan literasi sebagai bagian dari proses pembelajaran, bukan sekadar kegiatan tambahan,” ujar Vina.
Dari keterlibatan tersebut, ribuan karya berhasil dihasilkan. Sebanyak 11.630 karya yang terdiri dari tulisan, media pembelajaran, hingga karya kreatif lainnya telah diproduksi oleh guru dan siswa.
Menurut Vina, capaian ini bukan sekadar angka, melainkan representasi dari keberanian, kreativitas, dan kemampuan berpikir kritis di dunia pendidikan.
Festival ini juga diikuti oleh berbagai jenjang sekolah, mulai dari 48 sekolah menengah pertama hingga empat sekolah menengah atas di Balikpapan. Keikutsertaan ini memperlihatkan bahwa budaya literasi mulai tumbuh merata di berbagai tingkat pendidikan.
Gandeng Para Komunitas
Selain itu, FLB turut menggandeng berbagai komunitas literasi dan pemangku kepentingan di daerah. Kolaborasi ini diwujudkan melalui pelatihan, bimbingan teknis, serta pengembangan literasi digital yang disesuaikan dengan kebutuhan masing-masing sekolah.
Program pelatihan yang dilaksanakan mencakup peningkatan kapasitas guru, penguatan literasi di lingkungan sekolah, hingga pendampingan dalam menghasilkan karya. Tak hanya itu, festival juga menghadirkan berbagai kompetisi seperti lomba menulis, fotografi, dan karya kreatif lainnya yang mendorong partisipasi aktif siswa.
Vina menegaskan bahwa keberhasilan Festival Literasi Balikpapan tidak lepas dari dukungan berbagai pihak, mulai dari pemerintah daerah hingga komunitas pendidikan.
“Sejak 2020 hingga sekarang, dukungan yang diberikan sangat luar biasa. Tanpa kolaborasi ini, kegiatan tidak akan berjalan konsisten seperti saat ini,” katanya.
Ke depan, pihaknya berharap program literasi tidak berhenti pada kegiatan festival semata. Ia menekankan pentingnya keberlanjutan program di setiap sekolah agar budaya literasi semakin mengakar.
“Dengan kolaborasi yang berkelanjutan, kami optimistis budaya literasi di Balikpapan akan semakin kuat dan mampu meningkatkan kualitas pendidikan,” tutupnya.***
BACA JUGA
