Film Folklore Kalimantan ‘Kuyank’ Tembus 140 Ribu Penonton, Baru Tayang Belum Sepekan

Potret film Kuyank yang akan tayang akhir Januari 2026. (Foto: IMDB)

BALIKPAPAN, Inibalikpapan.com — Film horor lokal Kuyank mencatat capaian penonton yang terus meningkat sejak tayang di bioskop. Hingga hari ketiga penayangan, film garapan sutradara Johansyah Jumberan ini telah disaksikan 143.950 penonton, menandai antusiasme tinggi publik terhadap horor berlatar mitologi Kalimantan.

Capaian tersebut disampaikan pihak produksi melalui keterangan resmi. Mereka menyampaikan rasa syukur atas respons penonton yang terus bertambah dari hari ke hari.

“Alhamdulillah puji dan syukur kepada Tuhan YME, antusiasme dan semangat para penonton semakin bertambah banyak. Terima kasih kepada 143.950 penonton yang dengan semangat luar biasa sudah melihat penampakan Kuyank melayang pada hari ke-3 penayangan Film Kuyank,” tulis tim produksi di akun @saranjanakotaghaib.

Diproduksi oleh Dari Hati Films, Kuyank mengambil latar waktu tujuh tahun sebelum kisah Saranjana dimulai. Cerita berpusat pada kehidupan Badri dan Rusmiati, pasangan suami istri yang hidup di bawah tekanan sosial untuk segera memiliki keturunan.

Tekanan tersebut perlahan menggerus hubungan mereka. Ketakutan kehilangan cinta dan kecantikan mendorong Rusmiati mengambil jalan berbahaya dengan mempelajari ilmu hitam Kuyang, keputusan yang kemudian memicu teror berantai di desa, terutama terhadap para ibu hamil.

Berbeda dengan horor yang mengandalkan kejutan mendadak, Kuyank membangun ketegangan secara perlahan melalui konflik rumah tangga dan pilihan hidup yang semakin sempit.

Horor yang Berangkat dari Konflik Manusia

Produser film Kuyank, Victor G. Pramusinto, menyebut bahwa teror dalam film ini tidak hadir secara instan, melainkan tumbuh dari tekanan emosional para karakternya.

“Di Kuyank, teror tidak datang mendadak. Ia tumbuh dari cinta yang ditekan, dari keputusan yang makin sempit, sampai akhirnya berubah menjadi kutukan,” ujar Victor, dikutip dari Suara, jaringan Inibalikpapan.com.

Pendekatan tersebut membuat Kuyank tak hanya menawarkan horor visual, tetapi juga menghadirkan cerita yang dekat dengan realitas sosial masyarakat.

Dengan capaian lebih dari 140 ribu penonton di hari ketiga, Kuyank memperkuat posisinya sebagai salah satu film horor lokal yang mendapat perhatian luas di awal penayangan. Pihak produksi berharap tren positif ini terus berlanjut seiring semakin meluasnya jangkauan penonton di berbagai daerah.***

Tinggalkan Komentar

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses