Film Horor ‘Alas Roban’ Menuju Satu Juta Penonton, Tayang di Bioskop-Bioskop Balikpapan

Film horor drama Alas Roban menunjukkan performa impresif di bioskop Tanah Air. Hanya dalam waktu lima hari penayangan, film ini berhasil mengumpulkan 849.927 penonton dan kini tinggal selangkah lagi menembus angka 1 juta penonton. (Foto: IMDB)

BALIKPAPAN, inibalikpapan.com – Film horor drama Alas Roban menunjukkan performa impresif di bioskop Tanah Air. Hanya dalam waktu lima hari penayangan, film ini berhasil mengumpulkan 849.927 penonton dan kini tinggal selangkah lagi menembus angka 1 juta penonton.

Berdasarkan data Cinepoint Tracking per Senin (19/1/2026), Alas Roban mencatat tambahan 93.551 penonton dalam satu hari. Capaian tersebut memperkuat posisi film ini sebagai salah satu pemimpin box office Indonesia di awal tahun 2026.

Film yang mulai tayang sejak 15 Januari 2026 ini juga mendominasi layar bioskop. Pada Senin kemarin, Alas Roban tercatat mengantongi sekitar 3.773 jadwal tayang di berbagai jaringan bioskop, menunjukkan tingginya minat penonton yang direspons langsung oleh pihak exhibitor.

Lonjakan penonton sebenarnya sudah terlihat sejak akhir pekan. Pada Sabtu (17/1), film ini mencatat tambahan 216.669 penonton, disusul 169.377 penonton pada Minggu (18/1). Performa kuat di opening weekend tersebut menjadi fondasi utama laju cepat Alas Roban menuju predikat film box office.

Dengan selisih sekitar 150.073 penonton dari angka psikologis satu juta, film ini diprediksi akan mencapai tonggak tersebut dalam satu hingga dua hari ke depan, jika tren penonton harian tetap stabil.

Sebagai catatan, data Cinepoint merupakan kombinasi antara angka terpublikasi dan estimasi pelacakan mandiri. Meski demikian, tren ini sejalan dengan laporan sebelumnya yang menempatkan Alas Roban sebagai film dengan perolehan penonton tertinggi pada periode 12–18 Januari 2026.

Sinopsis Alas Roban

Mengutip IMDB, Alas Roban mengangkat kisah Sita, seorang ibu tunggal yang menjalani hidup penuh kesulitan di Pekalongan. Demi masa depan yang lebih baik, Sita menerima pekerjaan di sebuah rumah sakit di Semarang dan memutuskan pindah bersama putrinya, Gendis, yang mengalami gangguan penglihatan.

Perjalanan mereka berubah menjadi mimpi buruk saat keduanya menaiki bus terakhir yang melintasi jalur legendaris dan angker Alas Roban. Di tengah perjalanan malam, bus yang mereka tumpangi mogok di kawasan hutan, menjadi awal dari rangkaian teror yang tak terduga.

Sejak kejadian itu, kehidupan Gendis perlahan berubah. Ia mulai mendengar suara-suara asing, menggambar simbol-simbol misterius, dan setiap malam mengalami kerasukan, seolah ada kekuatan lain yang berusaha merebut tubuhnya.

Dalam upaya menyelamatkan putrinya, Sita dibantu sepupunya, Tika, serta Anto, seorang sopir ambulans yang memahami mitos dan cerita kelam Alas Roban. Dari merekalah Sita mengetahui bahwa Gendis menjadi target Dewi Raras, sosok gaib penjaga Alas Roban yang murka karena janji ritual lama yang dilupakan manusia.

Waktu terus berjalan, sementara kondisi Gendis semakin memburuk. Sita pun dihadapkan pada pilihan paling berat dalam hidupnya: kembali ke Alas Roban. Dengan ditemani seorang penjaga spiritual, Mbah Emah, Sita harus melakukan ritual terakhir sebelum malam keramat tiba, demi menyelamatkan nyawa anak semata wayangnya.***

Tinggalkan Komentar

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses