Gandeng Mahasiswa, Intensifkan Sosialisasi Pembayaran Pajak Digital via Aplikasi Kontengan

BALIKPAPAN,Inibalikpapan.com – Pemerintah Kota Balikpapan melalui Badan Pengelola Pajak Daerah dan Retribusi Daerah (BPPDRD) terus memperkuat inovasi pelayanan publik dengan menghadirkan aplikasi pembayaran pajak digital bernama “Kontengan”. Aplikasi ini memungkinkan masyarakat membayar berbagai jenis pajak daerah tanpa harus datang ke kantor pajak, cukup lewat ponsel pintar.

Kepala BPPDRD Balikpapan, Idham, menegaskan bahwa langkah ini merupakan bagian dari transformasi digital yang ditujukan untuk memudahkan wajib pajak sekaligus meningkatkan efisiensi pelayanan.

“Kami ingin warga Balikpapan menjadi warga yang bijak dengan membayar pajaknya tepat waktu. Lewat Kontengan prosesnya cepat, mudah, dan aman. Karena kami dekat dengan Anda,” ujarnya saat sosialisasi berlangsung, Kamis (07/08/2025).

Kolaborasi dengan Mahasiswa KKN

Menariknya, program sosialisasi ini juga melibatkan mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas Mulawarman (Unmul) Samarinda. Para mahasiswa diberdayakan untuk turun langsung ke lapangan, mendampingi warga memahami cara mengakses aplikasi, mulai dari mengunduh, registrasi, hingga menyelesaikan transaksi pembayaran.

“Mahasiswa punya energi dan semangat untuk turun ke lapangan. Mereka bisa menyampaikan informasi secara sederhana. Jadi warga kita lebih mudah memahami manfaat Kontengan. Makanya kami lihat mahasiswa mampu memperluas jangkauan sosialisasi,” jelas Idham.

Menurut laporan lapangan, mahasiswa KKN tidak hanya memberikan edukasi teknis, tetapi juga mendampingi warga yang kesulitan pertama kali menggunakan aplikasi. Kehadiran mereka dianggap mempercepat proses adaptasi masyarakat terhadap layanan digital ini.

Jenis Pajak yang Bisa Dibayar

Aplikasi Kontengan dirancang untuk mengakomodasi hampir seluruh jenis pajak daerah. Mulai dari Pajak Bumi dan Bangunan (PBB), pajak hotel, restoran, reklame, hingga pajak hiburan. Masyarakat tidak perlu lagi mengantre di loket, cukup membuka aplikasi di ponsel.

Idham menyebut respons masyarakat sejauh ini cukup positif. “Responden mengaku puas dengan layanan tersebut. Mereka bayar PBB pakai Kontengan cuma butuh waktu beberapa menit. Bukti pembayarannya langsung keluar dan tersimpan di ponsel,” ungkapnya.

Efisiensi dan Keamanan

Selain menghemat waktu, pembayaran pajak digital juga dinilai lebih aman. Semua riwayat transaksi tersimpan otomatis di aplikasi sehingga tidak ada risiko kehilangan bukti pembayaran. Hal ini menjadi nilai tambah dibanding sistem manual yang masih mengandalkan dokumen kertas.

BPPDRD juga memanfaatkan kesempatan sosialisasi ini untuk meningkatkan literasi digital masyarakat. Mahasiswa KKN menyisipkan materi tambahan tentang keamanan transaksi online, mulai dari menjaga kerahasiaan data pribadi, tidak membagikan kode OTP, hingga memilih jaringan internet yang stabil.

“Banyak warga yang awalnya ragu, takut ribet, atau khawatir data mereka bocor. Kami jelaskan langkah-langkah amannya. Termasuk pentingnya menjaga kerahasiaan data pribadi. Dengan begitu, masyarakat jadi lebih percaya dan berani mencoba,” tambah Idham.

Dorong Kepatuhan Pajak

Menurut BPPDRD, optimalisasi aplikasi Kontengan tidak hanya memperbaiki pelayanan publik, tetapi juga berkontribusi terhadap peningkatan Pendapatan Asli Daerah (PAD). Dengan sistem yang lebih transparan, warga diharapkan semakin patuh membayar pajak tepat waktu.

“Pajak yang dibayarkan masyarakat akan kembali lagi dalam bentuk pembangunan. Jadi semakin mudah warganya membayar, semakin cepat pula program pembangunan berjalan,” pungkas Idham.***

Tinggalkan Komentar

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses