Gebrakan Ekonomi Hijau-Biru: Gubernur Kaltim Terbitkan Pergub Desa Wisata, Kunjungan Wisman Melonjak 113 Persen
SAMARINDA, Inibalikpapan.com – Sektor pariwisata resmi menjadi mesin baru transformasi ekonomi Kalimantan Timur. Di bawah kepemimpinan Gubernur Rudy Mas’ud (Harum) dan Wakil Gubernur Seno Aji, Benua Etam kini bergerak cepat menuju masa depan ekonomi hijau dan biru dengan memperkuat basis pariwisata di level akar rumput.
Sebagai langkah nyata, Pemprov Kaltim resmi menerbitkan Peraturan Gubernur (Pergub) Nomor 35 Tahun 2025 tentang Desa Wisata. Aturan ini dirancang untuk memperkuat program unggulan Jaminan Sosial dan Pembangunan (Jospol).
“Pergub ini penting sebagai kompas. Kita memberikan arah, kriteria, dan standardisasi agar desa wisata tumbuh terencana, berkelanjutan, dan yang paling penting: memberi dampak ekonomi nyata bagi warga desa,” tegas Gubernur Harum, didampingi Kepala Dinas Pariwisata Kaltim, Ririn Sari Dewi.
Ledakan Kunjungan Wisatawan 2025
Data terbaru menunjukkan tren positif yang sangat signifikan pada sektor pariwisata daerah. Kaltim bukan lagi sekadar wilayah industri, melainkan destinasi global yang mulai diperhitungkan.
- Wisatawan Mancanegara (Wisman): Mencapai 10.437 kunjungan, melonjak tajam 113,26 persen dibanding tahun 2024. Negara tetangga seperti Brunei Darussalam, Malaysia, dan Singapura menjadi penyumbang terbesar.
- Wisatawan Nusantara (Wisnus): Menembus 16,05 juta perjalanan, naik 22,62 persen. Samarinda memimpin sebagai kota tujuan utama dengan 4,23 juta perjalanan, disusul Balikpapan dan Kutai Kartanegara.
Lonjakan ini turut mengerek Tingkat Penghunian Kamar (TPK) hotel berbintang di Kaltim yang sempat menembus angka di atas 50 persen pada April 2025.
EBIFF 2025: Kaltim di Mata Dunia
Salah satu pendorong utama branding Kaltim di kancah internasional adalah suksesnya gelaran East Borneo International Folklore Festival (EBIFF) 2025. Festival ini dihadiri delegasi mancanegara mulai dari Korea Selatan, Polandia, Rusia, hingga India.
“Event internasional seperti EBIFF bukan sekadar hiburan, tapi etalase seni dan tradisi lokal kepada dunia global. Ini memperkaya agenda budaya kita,” tambah Ririn Sari Dewi.
Integrasi Ekonomi Biru dan Hijau
Ke depan, Pemprov Kaltim mendorong kabupaten/kota untuk lebih spesifik dalam mengembangkan potensi wilayahnya:
- Ekonomi Biru: Fokus pada pariwisata bahari dan pesisir yang menjadi andalan wilayah kepulauan dan pesisir.
- Ekonomi Hijau: Mengoptimalkan ekowisata daratan dan wisata budaya yang menjaga kelestarian hutan dan tradisi.
Sektor pariwisata kini bukan lagi sekadar potensi, melainkan pilar strategis yang mampu memacu pertumbuhan ekonomi daerah sekaligus mewujudkan visi transformasi ekonomi Benua Etam yang berkelanjutan. / Adpim Pemprov Kaltim.
BACA JUGA
