Gegara Jembatan Pulau Balang, Arus Mudik 2026 di Pelabuhan Kariangau Menurun
BALIKPAPAN,Inibalikpapan.com — Arus mudik Lebaran 1447 Hijriah melalui Pelabuhan Penyeberangan Kariangau, Balikpapan, mengalami penurunan signifikan dibandingkan tahun-tahun sebelumnya.
Sejak H-6 hingga H-5 Idul Fitri, jumlah pemudik yang melintas tercatat hanya berkisar di bawah 300 orang per hari.
Kondisi ini berbanding terbalik dengan periode mudik tahun lalu, ketika pelabuhan tersebut menjadi salah satu titik padat penyeberangan. Khususnya bagi masyarakat yang menuju Kabupaten Penajam Paser Utara.
Perubahan pola perjalanan pemudik tahun ini dipengaruhi oleh mulai difungsikannya Jembatan Pulau Balang. Serta akses jalan tol Balikpapan menuju kawasan Ibu Kota Nusantara (IKN). Infrastruktur tersebut kini menjadi pilihan utama masyarakat karena dinilai lebih praktis dan efisien.
Pengawas Satuan Pelayanan Pelabuhan Penyeberangan Kariangau dari Kementerian Perhubungan, Karolus Makin, membenarkan adanya penurunan jumlah penumpang dan kendaraan yang cukup drastis.
“Memang terjadi penurunan signifikan. Tahun ini sangat berbeda dibandingkan sebelumnya, jumlah pemudik jauh lebih sedikit, bahkan hingga H-5 Idul Fitri masih di bawah 500 orang per hari,” ujarnya.
Menurut Karolus, kemudahan akses melalui jalur darat menjadi faktor utama peralihan tersebut. Selain lebih cepat, kebijakan bebas biaya pada jalur tertentu juga membuat masyarakat lebih memilih melintas melalui Jembatan Pulau Balang.
“Sebagian besar masyarakat kini beralih ke jalur darat. Hampir tidak ada lagi pemudik ke arah Penajam melalui Kariangau, kecuali pada malam hari saat akses tol sudah ditutup,” katanya.
Meski demikian, pelabuhan Kariangau masih melayani pemudik yang melakukan perjalanan antarpulau, khususnya menuju wilayah Sulawesi seperti Palu dan sekitarnya.
Data Posko Angkutan Lebaran 2026 menunjukkan penurunan signifikan pada jumlah kendaraan. Pada 14 Maret, kendaraan roda dua yang berangkat tercatat sebanyak 535 unit, turun 59 persen dibandingkan tahun sebelumnya. Sementara kendaraan roda empat mencapai 910 unit, atau turun hingga 62 persen.
Kendaraan Roda Dua
Penurunan juga terlihat pada periode H-8 (14–15 Maret), dengan kendaraan roda dua sebanyak 407 unit atau turun 70 persen, serta roda empat sebanyak 850 unit, merosot hingga 75 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu.
Menariknya, jumlah penumpang sempat menunjukkan tren berbeda. Pada 14 Maret, jumlah penumpang tercatat 2.912 orang atau meningkat 4 persen dibandingkan tahun sebelumnya. Namun pada H-8, jumlah penumpang justru menurun 39 persen menjadi 2.154 orang.
Di tengah penurunan arus mudik, operasional pelabuhan tetap berjalan normal dengan 12 kapal yang beroperasi setiap hari, baik untuk keberangkatan maupun kedatangan.
Pihak pelabuhan memastikan pelayanan kepada masyarakat tetap optimal. Posko angkutan Lebaran terus dioperasikan dengan dukungan petugas gabungan dari berbagai instansi, termasuk kepolisian. Guna menjaga keamanan dan kenyamanan selama periode mudik berlangsung.
Perubahan ini menjadi cerminan bagaimana pembangunan infrastruktur turut membentuk pola mobilitas masyarakat. Di satu sisi, kemudahan akses mempercepat perjalanan. Namun di sisi lain menggeser peran jalur transportasi yang selama ini menjadi andalan.***
BACA JUGA
