Gerhana Bulan Total 3 Maret 2026 Bisa Picu Pasang Laut hingga 2,9 Meter di Kaltim

Pesisir Teluk Balikpapan
Pesisir Teluk Balikpapan

BALIKPAPAN, Inibalikpapan.com – Fenomena astronomi spektakuler Gerhana Bulan Total dipastikan akan menghiasi langit Indonesia pada Selasa, 3 Maret 2026 mendatang. Namun, di balik keindahannya, masyarakat di pesisir Kalimantan Timur diimbau untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi banjir rob yang menyertai fase puncak gerhana tersebut.

Kepala BMKG Stasiun Bandara SAMS Sepinggan, Djoko Sumardiono, menjelaskan bahwa posisi sejajar Matahari-Bumi-Bulan secara astronomis akan memengaruhi pasang surut air laut di wilayah Kaltim.

Prediksi Pasang Tertinggi di Wilayah Kaltim

BMKG memprakirakan puncak pasang maksimum akan terjadi pada 4 Maret 2026 sekitar pukul 19.00 WITA. Berikut adalah rincian ketinggian pasang di beberapa titik krusial:

  • Perairan Balikpapan: Ketinggian pasang mencapai 2,9 meter.
  • Muara Sungai Mahakam (Pulau Nubi): Ketinggian pasang mencapai 2,8 meter.
  • Teluk Sangkulirang (Kutai Timur): Ketinggian pasang mencapai 2,8 meter.

“Potensi rob muncul ketika pasang maksimum bertepatan dengan faktor lain seperti hujan lebat di daerah hulu. Kami mengimbau masyarakat pesisir waspada, terutama pada periode 3 hingga 5 Maret 2026,” ujar Djoko, Minggu (1/3/2026).

Jadwal Fase Gerhana Bulan Total (WITA)

Kepala Stasiun Geofisika BMKG Balikpapan, Rasmid, menyebutkan fenomena ini akan berlangsung selama total 5 jam 41 menit. Berikut adalah panduan waktu bagi warga Kaltim yang ingin mengamati:

Fase GerhanaWaktu (WITA)
Awal Totalitas19.03.56 WITA
Puncak Gerhana19.33.39 WITA
Akhir Totalitas20.03.23 WITA
Proses Berakhir (P4)22.24.35 WITA

Saat puncak gerhana, Bulan akan tampak berwarna kemerahan akibat hamburan cahaya di atmosfer Bumi yang dikenal sebagai hamburan Rayleigh.

Fenomena Astronomis vs Kondisi Lokal

Rasmid menegaskan bahwa kenaikan muka air laut memang dipengaruhi oleh posisi Bulan, namun banjir rob tidak berdiri sendiri. Dinamika lokal seperti tekanan udara, angin, dan curah hujan dari wilayah hulu memegang peranan penting.

“Kalau curah hujan tinggi dari hulu bersamaan dengan pasang maksimum, maka potensi genangan bisa meningkat. Jadi bukan semata-mata karena gerhananya,” tegas Rasmid.

Sebagai catatan, dari empat gerhana yang terjadi sepanjang tahun 2026 (dua gerhana matahari dan dua gerhana bulan), hanya Gerhana Bulan Total 3 Maret inilah yang dapat diamati secara jelas dari seluruh wilayah Indonesia.

Tips bagi Masyarakat Pesisir:

  1. Pantau Pasang Surut: Hindari memarkir kendaraan atau menaruh barang berharga di area yang biasa tergenang air laut saat pasang.
  2. Waspada Hujan: Jika terjadi hujan lebat saat jam pasang (19.00 WITA), segera antisipasi luapan air sungai.
  3. Gunakan Kacamata? Berbeda dengan gerhana matahari, Gerhana Bulan Total aman dilihat langsung dengan mata telanjang tanpa alat bantu khusus.

Tinggalkan Komentar

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses