Gubernur Kaltim Minta Pemkab dan Pemkot Pantau Stok Pangan dan Percepat Digitalisasi Keuangan

Gubernur Kaltim Rudy Mas'ud saat membuka High Level Meeting (HLM) Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) dan Tim Percepatan dan Perluasan Digitalisasi Daerah (TP2DD) di Kantor Perwakilan Bank Indonesia Kaltim, Samarinda, Jumat (6/3/2026).
Gubernur Kaltim Rudy Mas'ud saat membuka High Level Meeting (HLM) Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) dan Tim Percepatan dan Perluasan Digitalisasi Daerah (TP2DD) di Kantor Perwakilan Bank Indonesia Kaltim, Samarinda, Jumat (6/3/2026).

SAMARINDA, Inibalikpapan.com – Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur bergerak cepat melakukan langkah preventif guna menjaga stabilitas ekonomi daerah. Gubernur Kaltim, Rudy Mas’ud, menginstruksikan seluruh pemerintah kabupaten dan kota untuk memperketat koordinasi dalam memantau stok pangan dan mempercepat digitalisasi sistem keuangan.

Hal tersebut ditegaskan Gubernur yang akrab disapa Harum ini saat membuka High Level Meeting (HLM) Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) dan Tim Percepatan dan Perluasan Digitalisasi Daerah (TP2DD) di Kantor Perwakilan Bank Indonesia Kaltim, Samarinda, Jumat (6/3/2026).

Waspada Gejolak Harga Jelang Idulfitri

Menjelang momen besar nasional seperti Ramadan dan Idulfitri, Gubernur menekankan bahwa pengendalian inflasi tidak boleh dilakukan secara parsial. Distribusi bahan pokok harus dipastikan lancar hingga ke wilayah pelosok agar tidak terjadi lonjakan harga yang membebani masyarakat.

“Melalui forum ini, saya berharap seluruh pemerintah daerah dapat terus berkoordinasi dan memastikan ketersediaan pasokan pangan. Stabilitas harga harus terjaga agar tetap terjangkau oleh masyarakat, terutama kelompok berpenghasilan rendah,” ujar Rudy Mas’ud.

Digitalisasi sebagai Kunci Tata Kelola Keuangan

Selain urusan perut rakyat, pertemuan ini juga menyoroti peran strategis TP2DD dalam mendorong transformasi digital. Digitalisasi dinilai bukan sekadar tren, melainkan kebutuhan untuk meningkatkan Pendapatan Asli Daerah (PAD) dan transparansi pelayanan publik.

Beberapa poin penting transformasi digital yang ditekankan:

  • Efisiensi Transaksi: Pemanfaatan sistem pembayaran digital untuk mempermudah masyarakat.
  • Transparansi: Mewujudkan tata kelola keuangan yang lebih akuntabel melalui sistem terintegrasi.
  • Ekosistem Ekonomi: Memperkuat daya saing daerah melalui literasi keuangan digital.

Tantangan Strategis Hadirnya IKN

Kehadiran Ibu Kota Nusantara (IKN) di Kalimantan Timur menjadi faktor krusial dalam diskusi tersebut. Gubernur mengingatkan bahwa dinamika ekonomi akan bergerak jauh lebih cepat dengan hadirnya pusat pemerintahan baru.

“Dengan adanya IKN, kita harus mampu menjaga stabilitas ekonomi daerah sekaligus memperkuat transformasi digital agar pembangunan berjalan seimbang dan berkelanjutan,” tegas Gubernur.

Kalimantan Timur diharapkan tidak hanya menjadi penonton, tetapi mampu beradaptasi sebagai mitra strategis IKN yang memiliki ketahanan pangan solid dan sistem ekonomi digital yang maju.

Sinergi Lintas Sektor

Pertemuan tingkat tinggi ini turut dihadiri oleh perwakilan Bank Indonesia serta kepala daerah dari seluruh kabupaten/kota di Kaltim. Sinergi antara pemerintah daerah, BI, dan pemangku kepentingan lainnya menjadi modal utama agar inflasi Kaltim tetap berada dalam rentang sasaran nasional di tengah fluktuasi ekonomi global.

Tinggalkan Komentar

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses