Hangatnya 28 Ramadhan di Balikpapan: Pekerja BIC dan Ponpes Al Banjari Kompak Berbagi Santunan

komunitas sosial bersama pekerja BIC dan keluarga besar Pondok Pesantren Al Banjari menggelar aksi nyata berbagi cinta kepada puluhan anak yatim piatu serta kaum dhuafa
Komunitas sosial bersama pekerja BIC dan keluarga besar Pondok Pesantren Al Banjari menggelar aksi nyata berbagi cinta kepada puluhan anak yatim piatu serta kaum dhuafa (foto : Inibalikpapan/Samsul)

BALIKPAPAN, Inibalikpapan.com – Menjelang ketukan pintu Idulfitri 1447 Hijriah, suasana haru dan penuh keberkahan menyelimuti Kota Balikpapan. Tepat pada 28 Ramadhan, komunitas sosial bersama pekerja BIC dan keluarga besar Pondok Pesantren Al Banjari menggelar aksi nyata berbagi cinta kepada puluhan anak yatim piatu serta kaum dhuafa.

Kegiatan ini bukan sekadar seremoni tahunan, melainkan wujud konsistensi warga Balikpapan dalam menjaga api kepedulian di tengah tantangan ekonomi yang masih membayangi sebagian masyarakat.

Pesan Cinta Nurlena Rahmad

Puluhan penerima manfaat menerima paket bantuan kebutuhan pokok dan dukungan moral dalam acara tersebut. Nurlena Rahmad, menekankan bahwa esensi dari kegiatan ini adalah menghadirkan kebahagiaan bagi mereka yang sering terlupakan.

“Ramadhan mengajarkan kita arti keikhlasan. Berbagi kepada mereka yang membutuhkan adalah cara sederhana untuk menghadirkan kebahagiaan. Ini bukan sekadar materi, tapi bentuk kepedulian dan cinta kasih yang tulus,” ujar Nurlena dalam sambutannya, Rabu 18 Maret 2026

Tausiyah dan Penguat Silaturahmi

Acara yang berlangsung khidmat ini juga diisi dengan tausiyah singkat yang mengajak hadirin untuk terus menumbuhkan empati sosial. Kehadiran keluarga besar Ponpes Al Banjari menjadi ruh utama yang mempererat hubungan antarwarga dan santri, menciptakan ekosistem gotong royong yang kuat di lingkungan sekitar.

Para penerima santunan tampak haru. Bagi mereka, bantuan ini adalah penyemangat bahwa di tengah hiruk-pukuk kota, masih banyak pihak yang mau menyapa dan berbagi beban.

Refleksi Akhir Ramadhan: Memberi Tanpa Pamrih

Momen ini menjadi pengingat bagi seluruh warga Kota Beriman bahwa kebahagiaan sejati lahir dari tindakan nyata, bukan sekadar kata-kata. Aksi pekerja BIC dan relawan ini diharapkan menjadi pemantik bagi korporasi atau komunitas lain untuk terus berkontribusi dalam membangun jaring pengaman sosial berbasis kepedulian warga.

Di penghujung bulan suci, Balikpapan kembali menegaskan jati dirinya sebagai kota yang humanis, di mana nilai-nilai kemanusiaan tetap tegak melalui semangat memberi tanpa pamrih.

Tinggalkan Komentar

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses