Harga Bahan Pokok di Pasar Klandasan Stabil, Tak Ada Kenaikan 

Ilustrasi pasar. Kota Balikpapan mencatat deflasi sebesar 0,06 persen (mtm) pada September 2025. Badan Pusat Statistik (BPS) melaporkan, inflasi tahunan Balikpapan hanya 1,15 persen (yoy), lebih rendah dibanding inflasi nasional sebesar 2,65 persen (yoy) dan rata-rata empat kota di Kalimantan Timur yang mencapai 1,77 persen (yoy). (Foto: Samsul/Inibalikpapan)

BALIKPAPAN,Inibalikpapan.com – Harga kebutuhan pokok di Pasar Klandasan, Balikpapan, terpantau stabil pada Rabu, 28 Januari 2026. Berdasarkan data pemantauan harga, seluruh komoditas utama tidak mengalami perubahan dibandingkan hari sebelumnya.

Komoditas bawang-bawangan masih bertahan pada harga yang sama. Bawang merah dijual Rp60 ribu per kilogram, sementara bawang putih berada di angka Rp50 ribu per kilogram. Harga beras juga tidak menunjukkan pergerakan, dengan beras medium termurah Rp15 ribu per kilogram dan medium termahal Rp15.500 per kilogram. 

Untuk beras premium, harga tertinggi tercatat Rp17 ribu per kilogram.

Harga cabai masih relatif tinggi namun stabil. Cabai keriting diperdagangkan Rp52 ribu per kilogram, cabai merah besar Rp47 ribu per kilogram, dan cabai rawit Rp53 ribu per kilogram. Tidak ada kenaikan maupun penurunan dari hari sebelumnya.

Sektor protein hewani juga terpantau normal. Daging ayam ras dijual Rp40 ribu per kilogram, sedangkan daging sapi murni bertahan di angka Rp150 ribu per kilogram. Harga ikan basah dan ikan asin pun tidak mengalami perubahan, dengan ikan tongkol Rp30 ribu per kilogram dan ikan asin bambangan mencapai Rp200 ribu per kilogram.

Sementara itu, harga gula pasir dalam negeri tercatat Rp18 ribu per kilogram dan gula pasir merek Gulaku Rp20 ribu per kilogram. Minyak goreng, margarin, mie instan, serta kacang-kacangan juga dilaporkan stabil tanpa selisih harga.

Stabilnya harga bahan pokok ini memberikan angin segar bagi masyarakat, khususnya menjelang meningkatnya aktivitas konsumsi rumah tangga. Pemerintah daerah terus memantau pergerakan harga di pasar tradisional guna menjaga daya beli masyarakat dan memastikan ketersediaan stok tetap aman.***

Tinggalkan Komentar

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses