Harga BBM di Sejumlah Negara Asia Tenggara Melejit Imbas Perang Iran, Indonesia Bertahan Tapi Terancam
BALIKPAPAN, Inibalikpapan.com – Harga bahan bakar minyak (BBM) di Asia Tenggara melonjak tajam seiring eskalasi konflik Iran dengan Amerika Serikat dan Israel. Gangguan pasokan global dan kebijakan pembatasan ekspor energi membuat krisis mulai terasa di kawasan.
Krisis Energi Global
Menurut laporan Reuters, konflik di Timur Tengah telah mengganggu rantai pasok energi dunia, terutama di jalur strategis seperti Selat Hormuz yang mengalirkan sekitar 20% pasokan minyak global.
Harga minyak dunia dilaporkan telah melonjak signifikan dan menembus level di atas US$100 per barel. Situasi ini diperparah oleh langkah China yang membatasi ekspor bahan bakar, sehingga memperketat pasokan di Asia.
Asia Tenggara Terpukul, Harga BBM Naik
Kawasan Asia Tenggara menjadi salah satu yang paling terdampak karena tingginya ketergantungan pada impor energi.
Laporan Reuters menyebutkan:
- Pasokan BBM regional menipis akibat pembatasan ekspor
- Harga bensin dan diesel naik tajam dalam waktu singkat
- Negara-negara mulai mencari sumber impor alternatif
Di Kamboja, sekitar 33% SPBU sempat tutup akibat krisis pasokan sebelum akhirnya kembali beroperasi secara bertahap.
Negara tersebut bahkan harus mengalihkan impor BBM ke Singapura dan Malaysia untuk menjaga ketersediaan energi domestik.
Indonesia Masih Stabil, Tapi Terancam
Di Indonesia, harga BBM masih relatif stabil:
- Pertalite: Rp10.000/liter
- Pertamax: Rp12.300/liter
Stabilitas ini ditopang oleh subsidi pemerintah. Namun, tekanan global dinilai semakin besar.
Masih menurut Reuters, Indonesia berisiko mengalami pelebaran defisit anggaran jika harga minyak dunia bertahan tinggi dalam waktu lama.
Dampak Meluas: Inflasi Mengintai
Lonjakan harga BBM memicu efek berantai di berbagai sektor:
- Biaya transportasi meningkat
- Harga barang dan pangan naik
- Tekanan inflasi makin kuat
Negara-negara ASEAN kini menghadapi dilema antara menjaga harga tetap stabil atau mengurangi beban subsidi yang terus membengkak.
Perang Iran telah memicu lonjakan harga energi global yang berdampak langsung ke Asia Tenggara. Sejumlah negara sudah mengalami krisis pasokan dan kenaikan harga BBM yang signifikan.
Indonesia memang masih bertahan berkat subsidi, namun tekanan global yang terus meningkat membuat kenaikan harga BBM dalam waktu dekat menjadi hampir tak terhindarkan.
BACA JUGA
