Harga Cabai dan Bawang Masih Tinggi di Pasar Klandasan

Pedagang daging di pasar Pandansari Balikpapan

BALIKPAPAN,Inibalikpapan.com – Harga sejumlah kebutuhan pokok di Pasar Klandasan Balikpapan masih terpantau tinggi pada Senin (12/1/2026). Komoditas yang paling terasa dampaknya bagi warga adalah cabai, bawang, dan daging, yang hingga kini belum menunjukkan penurunan harga.

Berdasarkan pantauan harga, cabai rawit masih bertahan di angka Rp62.000 per kilogram, sementara cabai keriting dan cabai merah besar sama-sama dijual Rp53.000 per kilogram. Harga ini dinilai memberatkan pembeli, terutama ibu rumah tangga yang berbelanja harian.

Bawang dan Beras Masih Jadi Beban Dapur

Selain cabai, bawang merah juga masih dijual tinggi di harga Rp63.000 per kilogram, sedangkan bawang putih berada di angka Rp50.000 per kilogram.

Untuk komoditas beras, beras medium dijual di kisaran Rp15.000–Rp15.500 per kilogram, sementara beras premium tembus Rp17.000 per kilogram.

“Kalau cabai dan bawang masih segini, pengeluaran dapur jelas bertambah. Belanja harus dikurangi,” keluh salah satu pembeli di Pasar Klandasan.

Harga Daging dan Ikan

Harga daging ayam ras tercatat Rp39.000 per kilogram, sementara daging sapi murni masih tinggi di angka Rp150.000 per kilogram.

Untuk komoditas ikan, ikan tongkol segar dijual Rp30.000 per kilogram, sedangkan ikan trakulu mencapai Rp80.000 per kilogram. Sementara itu, ikan asin bambangan tercatat paling mahal dengan harga Rp200.000 per kilogram.

Harga minyak goreng kemasan Bimoli Spesial dijual Rp23.000 per liter, sedangkan minyak goreng curah berada di kisaran Rp20.000 per liter. Untuk minyak goreng Bimoli Klasik, stok belum tercantum harga.

Sementara itu, gula pasir dalam negeri dijual Rp18.000 per kilogram, dan gula pasir merek Gulaku mencapai Rp20.000 per kilogram.

Warga berharap harga kebutuhan pokok, khususnya cabai dan bawang, bisa segera turun agar tidak terus menekan pengeluaran rumah tangga, terutama di awal tahun.

Pasar Klandasan sendiri menjadi salah satu barometer harga pangan di Balikpapan karena menjadi tujuan utama warga untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari.***

Tinggalkan Komentar

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses