Harga Cabai dan Bawang Naik Tajam di Pasar Klandasan

KPPU Balikpapan memantau langsung Harga cabai di sejumlah pasar tradisional Balikpapan

BALIKPAPAN,Inibalikpapan.com — Kenaikan signifikan terjadi pada sejumlah komoditas pangan di Pasar Klandasan berdasarkan pemantauan harga per 27 Maret 2026.

Lonjakan paling tinggi tercatat pada komoditas cabai. Harga cabai merah besar naik drastis dari Rp50.000 menjadi Rp67.000 per kilogram atau meningkat 34 persen. Sementara itu, cabai keriting naik Rp13.000 menjadi Rp70.000 per kilogram (22,8 persen), dan cabai rawit turut merangkak naik menjadi Rp103.000 per kilogram atau naik 14,4 persen.

Tidak hanya cabai, komoditas bawang juga mengalami kenaikan. Bawang merah kini dijual Rp57.000 per kilogram, naik Rp5.000 atau 9,6 persen dibandingkan hari sebelumnya. Bawang putih juga mengalami kenaikan meski lebih rendah, yakni sebesar Rp2.000 menjadi Rp50.000 per kilogram.

Kenaikan harga juga terjadi pada daging ayam ras yang kini berada di angka Rp45.000 per kilogram, naik Rp5.500 atau sekitar 13,9 persen. Di sisi lain, harga daging sapi masih terpantau stabil di angka Rp160.000 per kilogram.

Untuk komoditas sayuran, terjadi fluktuasi harga. Sayur sawi mengalami kenaikan cukup tinggi sebesar 33,3 persen menjadi Rp12.000 per ikat, disusul bayam yang naik menjadi Rp11.000 per ikat. Sebaliknya, kacang panjang justru mengalami penurunan harga sebesar Rp3.000 atau turun 18,7 persen menjadi Rp13.000 per ikat.

Sementara itu, sejumlah bahan pokok lainnya terpantau stabil, seperti beras medium dan premium, gula pasir, minyak goreng kemasan, hingga berbagai jenis ikan dan kacang-kacangan.

Tidak adanya perubahan harga pada komoditas utama seperti beras dan gula memberikan sedikit ruang stabilitas di tengah lonjakan harga cabai dan bawang yang cukup tajam.

Kondisi ini menunjukkan adanya tekanan pada komoditas hortikultura, yang umumnya dipengaruhi oleh faktor pasokan dan distribusi. Kenaikan harga cabai dan bawang diperkirakan masih berpotensi terjadi dalam beberapa hari ke depan jika pasokan belum kembali normal.

Pemerintah daerah diharapkan terus memantau perkembangan harga dan menjaga stabilitas pasokan guna mengendalikan inflasi, khususnya menjelang periode meningkatnya kebutuhan masyarakat.***

Tinggalkan Komentar

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses