Harga Cabai di Pasar Balikpapan Bervariasi, Minat Pembeli Tetap Stabil

KPPU Balikpapan memantau langsung Harga cabai di sejumlah pasar tradisional Balikpapan

BALIKPAPAN,Inibalikpapan.com — Menjelang momen kebutuhan bahan pokok yang meningkat, harga cabai di sejumlah pasar tradisional di Balikpapan terpantau bervariasi. Perbedaan harga ini dipengaruhi oleh asal daerah pasokan, meskipun minat pembeli relatif stabil.

Salah satu pedagang, Heru, mengungkapkan bahwa harga cabai saat ini berada di kisaran Rp80.000 hingga Rp100.000 per kilogram. Variasi harga tersebut bukan tanpa alasan, melainkan bergantung pada kualitas dan daerah asal cabai yang masuk ke pasar.

“Ada yang Rp80.000, Rp90.000, sampai Rp100.000. Itu beda-beda daerah asalnya,” ujar Heru saat ditemui di lapaknya, Kamis (19/3/2026).

Ia menjelaskan, cabai dengan harga Rp90.000 per kilogram umumnya berasal dari wilayah Palu, sementara yang mencapai Rp100.000 didatangkan dari daerah lain di Sulawesi dengan kualitas yang dinilai lebih baik. Adapun cabai dengan harga Rp80.000 biasanya berasal dari pasokan lokal atau daerah yang lebih dekat.

Menurut Heru, meski harga cukup beragam, daya beli masyarakat tidak mengalami penurunan signifikan. Pembeli tetap datang untuk memenuhi kebutuhan dapur sehari-hari, terutama bagi pelaku usaha kuliner yang sangat bergantung pada ketersediaan cabai.

“Minat pembeli masih ada, masih stabil. Tidak ada penurunan yang drastis,” tambahnya.

Selain faktor asal daerah, kondisi distribusi dan ketersediaan stok juga turut memengaruhi harga di pasaran. Jika pasokan tersendat atau permintaan meningkat, harga cenderung mengalami kenaikan. Namun hingga saat ini, kondisi pasar masih tergolong terkendali.

Para pedagang berharap pasokan cabai tetap lancar agar harga tidak melonjak tajam, terutama menjelang periode permintaan tinggi. Stabilitas harga dinilai penting untuk menjaga keseimbangan antara kebutuhan konsumen dan keberlangsungan usaha pedagang.

Di sisi lain, pembeli diimbau untuk bijak dalam berbelanja dan menyesuaikan kebutuhan dengan kondisi harga yang ada. Dengan begitu, fluktuasi harga yang terjadi tidak terlalu membebani pengeluaran rumah tangga.

Situasi ini menunjukkan bahwa meskipun terdapat perbedaan harga berdasarkan kualitas dan asal barang, pasar di Balikpapan masih berjalan dengan baik, didukung oleh pasokan yang cukup dan permintaan yang tetap terjaga.***

Tinggalkan Komentar

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses