Harga Kerupuk di Balikpapan Ikut Naik, Jelang Lebaran

Pasar Pandan Sari
Jelang Idulfitri harga kerupuk di Pasar pandan sari Balikpapan alami kenaikan. (Foto:Inibalikpapan.com/Samsul).

BALIKPAPAN,Inibalikpapan.com — Menjelang Hari Raya Idulfitri 1447 Hijriah, kenaikan harga sejumlah bahan pangan mulai dirasakan di pasar tradisional Pandan Sari Kota Balikpapan, Kalimantan Timur. 

Salah satunya adalah kerupuk emping, yang selama ini menjadi pelengkap hidangan khas Lebaran di banyak rumah tangga.

Di salah satu kios sembako, aktivitas pedagang terlihat semakin sibuk.

Tumpukan kerupuk mentah berbagai jenis tersusun rapi, mulai dari kerupuk udang hingga kerupuk ikan, menandakan tingginya permintaan masyarakat. Namun, di balik ramainya pembeli, harga jual kerupuk mengalami kenaikan dalam beberapa pekan terakhir.

Siti, seorang pedagang kerupuk di pasar tradisional Balikpapan, mengungkapkan bahwa kenaikan harga sudah terjadi sejak awal bulan Ramadan. Menurut dia, lonjakan harga dipicu oleh naiknya ongkos distribusi serta harga bahan baku dari daerah pemasok.

“Biasanya memang naik kalau mendekati Lebaran, tapi sekarang terasa lebih cepat. Dari pemasok sudah naik duluan, jadi kami ikut menyesuaikan harga,” ujar Ibu Siti saat ditemui di lapaknya, Kamis (19/3/2026)

Meski demikian, peningkatan harga tidak menyurutkan minat masyarakat untuk membeli. Kerupuk tetap menjadi kebutuhan yang sulit dipisahkan dari hidangan Lebaran seperti opor ayam, sambal goreng ati, hingga berbagai menu khas lainnya.

Di sisi lain, pembeli mulai menyiasati kondisi tersebut dengan lebih bijak. Rina, salah satu warga Balikpapan, mengaku tetap membeli kerupuk, namun dengan jumlah yang lebih sedikit dibandingkan tahun sebelumnya.

“Sekarang tetap beli, tapi tidak sebanyak biasanya. Harus lebih pintar mengatur pengeluaran karena yang naik bukan cuma kerupuk,” katanya.

Permintaan Masyarakat Meningkat

Kenaikan harga ini juga terjadi pada komoditas lain seperti bawang, cabai, dan daging. Fenomena tersebut menjadi pola musiman yang hampir selalu terjadi menjelang hari besar keagamaan, terutama Idulfitri, seiring meningkatnya permintaan masyarakat.

Pengamat ekonomi lokal menilai, pemerintah daerah perlu mengambil langkah antisipatif untuk menjaga stabilitas harga dan memastikan distribusi bahan pangan tetap lancar. Upaya seperti operasi pasar dan pengawasan rantai pasok dinilai penting untuk menekan lonjakan harga yang terlalu tinggi.

Meski dihadapkan pada kenaikan harga, suasana pasar tradisional di Balikpapan tetap ramai. Warga tampak antusias mempersiapkan kebutuhan Lebaran, mencerminkan semangat menyambut hari kemenangan dengan penuh kebersamaan.

Di tengah dinamika tersebut, terselip pelajaran sederhana tentang makna Lebaran. 

Bahwa kebahagiaan tidak semata diukur dari banyaknya hidangan di meja, melainkan dari kehangatan berbagi dan kebersamaan dengan orang-orang tercinta. Dalam keterbatasan, masyarakat tetap berusaha saling melengkapi, karena sejatinya, cinta dan syukur adalah hidangan utama di hari yang fitri.***

Tinggalkan Komentar

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses