Harga Naik Saat Ramadan, Bantuan YBM PLN UID Kaltim Jadi Penyelamat 1.051 Warga Kaltim
BALIKPAPAN, inibalikpapan.com – PLN UID Kaltimra melalui Yayasan Baitul Maal (YBM) menyalurkan bantuan kepada 1.051 warga di Kaltim dan Kaltara selama Ramadan 1447 Hijriah. Bantuan berupa sembako dan santunan ini diharapkan meringankan beban masyarakat yang membutuhkan.
Bulan Ramadan tak selalu ringan bagi semua orang. Harga kebutuhan naik, pemasukan tak selalu pasti.
Bagi Bariyah, warga Manggar, Balikpapan, kondisi itu terasa nyata. Kebutuhan harian tetap berjalan, sementara penghasilan tak selalu cukup. Saat bantuan datang, beban itu sedikit terangkat.
“Alhamdulillah, bantuan ini sangat membantu, apalagi di bulan Ramadan. Terima kasih untuk PLN dan para pegawainya,” ujarnya.
1.051 Warga Terima Bantuan
Sepanjang Ramadan, YBM PLN UID Kaltimra menyalurkan total bantuan kepada 1.051 warga di Kalimantan Timur dan Kalimantan Utara.
Bantuan tersebut terdiri dari 559 paket sembako kepada warga yang membutuhkan. Selain sembako, bantuan juga menyasar 492 penerima santunan yang tersebar di wilayah Kalimantan Timur dan Kalimantan Utara.
Bantuan disalurkan bertahap melalui unit PLN di berbagai daerah, agar menjangkau lebih banyak masyarakat yang benar-benar membutuhkan.
Ketua YBM PLN UID Kaltimra, Bambang Heriyanto, menjelaskan bantuan ini berasal dari dana zakat, infak, dan sedekah pegawai PLN.
Dana tersebut kemudian disalurkan kepada masyarakat yang masuk dalam delapan golongan penerima zakat (asnaf).
“Di bulan Ramadan ini, kami terus menyalurkan bantuan dalam bentuk sembako maupun santunan,” ujarnya.
PLN Tak Hanya Listrik, Tapi Juga Hadir untuk Masyarakat
General Manager PLN UID Kaltimra, Muchamad Chaliq Fadli, menyebut kegiatan ini sebagai bentuk kepedulian nyata kepada masyarakat sekitar.
Menurutnya, Ramadan menjadi momen penting untuk memperkuat solidaritas sosial.
“Melalui YBM PLN, kami ingin menyalurkan energi kebaikan dan menghadirkan manfaat nyata bagi masyarakat,” katanya.
Bagi warga, bantuan seperti ini bukan hanya soal sembako, tetapi juga membantu mengurangi tekanan biaya selama Ramadan. Bantuan ini memberi rasa tenang saat menjalani ibadah di bulan suci.
Selain itu, dukungan tersebut membantu keluarga bertahan di tengah kondisi ekonomi yang tidak selalu mudah. Dampaknya mungkin terlihat sederhana, namun sangat berarti bagi penerima. Hal-hal kecil inilah yang membuat bantuan terasa begitu besar.
PLN berharap program seperti ini bisa terus berjalan dan menjangkau lebih banyak masyarakat. Bukan hanya menghadirkan listrik yang andal, tetapi juga memastikan kehadiran perusahaan dirasakan langsung oleh warga.
Di tengah tantangan ekonomi, bantuan sederhana bisa menjadi titik balik bagi banyak keluarga.***
BACA JUGA
