Harga TBS Sawit Kaltim Naik Tajam ke Rp3.200, Petani Plasma Tarik Napas Lega Akhir Januari 2026
SAMARINDA, Inibalikpapan.com – Akhir Januari 2026 jadi momen melegakan bagi petani sawit Kalimantan Timur. Harga TBS resmi kini menembus Rp3.200 per kilogram. Bagi petani plasma, kenaikan ini bukan sekadar angka—tapi tambahan uang belanja, biaya sekolah, hingga perawatan kebun.
Selama bertahun-tahun, banyak petani sawit di Kaltim harus menerima harga yang tidak menentu. Selisih ratusan rupiah per kilogram kerap membuat hasil panen habis untuk menutup biaya produksi, tanpa sisa berarti bagi keluarga.
Situasi itu mulai berubah. Petani plasma yang bermitra resmi dengan pabrik kelapa sawit (PKS) kini menikmati harga sesuai ketetapan pemerintah, tanpa potongan tengkulak.
“Dengan kemitraan, harga TBS petani mengikuti standar dan tidak dipermainkan,” ujar Plt Kepala Dinas Perkebunan Kaltim, Ahmad Muzakkir.
Kenaikan harga TBS ini dipicu oleh:
- Menguatnya harga CPO global
- Meningkatnya permintaan dunia
Harga rata-rata tertimbang yang ditetapkan:
- CPO: Rp13.988,60/kg
- Kernel: Rp11.073,06/kg
- Indeks K: 88,59 persen
Harga TBS sawit Kalimantan Timur periode 16–31 Januari 2026:
- Umur 3 tahun: Rp2.818/kg
- Umur 4 tahun: Rp3.005/kg
- Umur 5 tahun: Rp3.023/kg
- Umur 6 tahun: Rp3.056/kg
- Umur 7 tahun: Rp3.074/kg
- Umur 8 tahun: Rp3.097/kg
- Umur 9 tahun: Rp3.163/kg
- Umur 10–25 tahun: Rp3.200/kg
Bagi petani dengan panen 2–3 ton per bulan, selisih harga ini berarti tambahan jutaan rupiah dalam satu periode.
Pemerintah daerah kembali menegaskan pentingnya kemitraan resmi antara kelompok tani dan pabrik. Selain memberi kepastian harga, pola ini menjaga stabilitas ekonomi petani sawit di daerah.
Ketika harga dijaga dan kemitraan berjalan, sawit bukan hanya komoditas ekspor—tetapi penopang dapur dan masa depan keluarga petani Kaltim. / Pemprov
BACA JUGA
