Hari Pertama Lebaran di Tengah Perang: Timur Tengah Mencekam, Ibadah di Bawah Bayang-Bayang Konflik
DUBAI, Inibalikpapan.com – Hari Raya Idul Fitri yang biasanya penuh suka cita tahun ini berubah menjadi momen penuh ketegangan di berbagai wilayah Timur Tengah. Perang yang melibatkan Iran dan Israel membuat suasana Lebaran berlangsung di bawah bayang-bayang ancaman militer.
Di sejumlah kota di Iran, termasuk Teheran, laporan media asing seperti Reuters dan Associated Press menyebutkan warga tetap melaksanakan salat Id, meski diiringi suara sirene dan kekhawatiran serangan udara.
Banyak warga memilih, Salat di rumah atau tempat perlindungan , membatasi aktivitas silaturahmi, menghindari kerumunan besar. Lebaran kali ini lebih banyak diwarnai rasa waspada dibanding perayaan.
Israel dan Wilayah Sekitar dalam Status Siaga Tinggi
Di Israel, pemerintah menetapkan status siaga tinggi menyusul ancaman serangan balasan dari Iran.
Aktivitas publik dibatasi, termasuk, penutupan sementara fasilitas umum, pembatasan perjalanan, dan kesiapan sistem pertahanan udara
Beberapa wilayah bahkan mengalami gangguan akibat serangan roket dan drone dalam 24 jam terakhir.
Lebaran di Tengah Ancaman Rudal
Negara-negara Teluk seperti Arab Saudi, Uni Emirat Arab, dan Kuwait tetap menggelar salat Id, namun dalam pengamanan ketat.
Laporan The Guardian menyebut, sistem pertahanan udara aktif 24 jam, sejumlah rudal dan drone berhasil dicegat. Namun, warga diminta tetap berada di rumah jika tidak mendesak
Selat Hormuz Dijaga Ketat
Ketegangan juga terasa di Selat Hormuz, jalur vital distribusi minyak dunia, karena Iran membatasi kapal dari negara lawan
Sementara, Amerika Serikat dan sekutunya meningkatkan patroli militer Lalu lintas kapal diawasi ketat
Dampaknya, harga minyak global melonjak, karena distribusi energi terganggu
PBB Serukan Gencatan Senjata
Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) kembali menyerukan gencatan senjata, terutama karena meningkatnya korban sipil di berbagai wilayah konflik.
Laporan media internasional menyebut, Fasilitas sipil ikut terdampak, pengungsi bertambah, dan akses bantuan kemanusiaan terganggu
Dunia Soroti Konflik Timur Tengah
Hari pertama Idul Fitri 2026 menjadi simbol kontras, di satu sisi adalah hari kemenangan umat Muslim, di sisi lain adalah realitas perang yang belum mereda.
Konflik yang terus meningkat membuat Timur Tengah berada di titik kritis, dengan risiko meluas ke perang regional bahkan global.
BACA JUGA
