BALIKPAPAN, Inibalikpapan.com – Kontingen Indonesia yang tampil di Asian Games 2022 Hangzhou gagal memenuhi target yang dicanangkan Presiden Joko Widodo.

Presiden Jokowi sebelumnya menargetkan menduduki peringkat maksimal 10 klasemen. Termasu di bawah target Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora) yaitu peringkat ke-12 dengan 8 medali emas.

Namun peringkat akhir justru terlempar di peringkat ke-13 dengan perolehan 7 medali emas, 11 perak, dan 18 perunggu yang dibawa pulang.

“Saya ucapkan permohonan maaf kepada seluruh masyarakat Indonesia dan Bapak Presiden [Joko Widodo], karena target beliau 10 besar,” ujar Menpora Dito Ariotedjo, dikutip inibalikpapan.com

Dito menegaskan, hasil Asian Games Hangzhou ini akan menjadi evaluasi untuk menuju ke Olimpiade Paris 2024. Dito mengatakan akan bertemu dengan pengurus masing-masing cabang olahraga (cabor) untuk membahas masalah tersebut.

“Nanti kita evaluasi total seluruh cabang olahraga di Asian Games dan akan kita analisis bagi yang meleset dari target. Kita harus duduk bersama dan mencari solusi apa yang terbaik,” tegasnya.

Senada, Ketua Komite Olimpiade Indonesia (KOI) Raja Sapta Oktohari mengatakan perlu adanya upaya lebih optimal untuk persiapan menuju Olimpiade Paris.

“Kita mendapat banyak referensi dari Asian Games untuk bahan evaluasi menuju Paris. Pulang dari sini, kita harus duduk bersama dan mengevaluasi perbaikan-perbaikan yang perlu kita lakukan. Olimpiade Paris tinggal satu tahun lagi dan kualifikasi sudah berjalan, kita harus mengoptimalkannya,” kata Okto.

Sementara Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Basuki Hadimuljono yang juga merupakan Chef de Mission (CdM) Kontingen Indonesia untuk Asian Games 2022 Hangzhou mengatakan perlu adanya perbaikan dari segi sarana dan program menuju Olimpiade Paris 2024.

“Evaluasinya kita perlu di cabor, pemerintah yang bertanggung jawab harus ditingkatkan, pertama sarana dan program. Setahu saya anggaran tidak jadi soal. Progam harus dievaluasi, karena anggaran juga pasti menyesuaikan program. Ini yang harus dibenahi jika sasaran kita mau Olimpiade. Saya akan berbicara dengan Kemenpora dan Kemenkeu [Kementerian Keuangan],” kata Basuki. (setneg)

Comments

comments

Tinggalkan BalasanBatalkan balasan

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.

Exit mobile version