HIMPAUDI Balikpapan Gelar Seminar Pendidikan, Dorong Implementasi PAUD Holistik Integratif
BALIKPAPAN,Inibalikpapan.com – Dalam upaya meningkatkan kualitas pendidikan anak usia dini di Kota Balikpapan, Himpunan Pendidik dan Tenaga Kependidikan Anak Usia Dini Indonesia (HIMPAUDI) Balikpapan menggelar Seminar Pendidikan bertema “Membangun Pembelajaran Mendalam, Bermakna, dan Membahagiakan” di BSCC Dome pada Senin, 21 Juli 2025.
Kegiatan ini secara resmi dibuka oleh Bunda PAUD Kota Balikpapan, Nurlena Rahmad Mas’ud, yang hadir langsung dan menyampaikan pesan-pesan penting bagi dunia pendidikan anak usia dini.
Seminar yang digelar dengan semarak ini diikuti oleh ratusan peserta dari berbagai lembaga PAUD se-Kota Balikpapan. Turut hadir dalam acara tersebut Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Balikpapan, Irvan Taufik, Kabid PAUD Fadlia Parakasi, serta Dr. Irma Yuliantina, M.Pd., sebagai narasumber utama yang dikenal luas dalam bidang pembelajaran anak usia dini.
Dalam sambutannya, Bunda PAUD Nurlena menyampaikan apresiasi tinggi kepada HIMPAUDI Kota Balikpapan atas terselenggaranya kegiatan yang dinilainya sangat strategis. Ia menekankan bahwa tema yang diangkat selaras dengan semangat pendidikan nasional, terlebih dengan diberlakukannya kebijakan Wajib Belajar 13 Tahun pada tahun 2025, yang mencakup satu tahun pendidikan prasekolah sebelum jenjang SD.
“Penambahan satu tahun pendidikan prasekolah bukan sekadar formalitas, melainkan sebuah langkah penting untuk memperkuat fondasi perkembangan anak sejak usia dini. Oleh karena itu, satuan PAUD harus mampu memberikan layanan secara menyeluruh, baik dari aspek pendidikan, kesehatan, gizi, hingga perlindungan anak,” ujar Nurlena, yang dikenal aktif dalam mendampingi kegiatan PAUD di Balikpapan.
Ia juga mendorong satuan PAUD untuk mengimplementasikan Pendekatan Holistik Integratif (PHI), yaitu sebuah pendekatan yang menempatkan anak sebagai pusat dan memperhatikan seluruh aspek tumbuh kembangnya secara terpadu. Menurutnya, pendidikan anak usia dini tidak boleh semata-mata berorientasi pada target akademik, melainkan juga harus memperhatikan unsur kebahagiaan dan kebermaknaan dalam proses belajar.
“Belajar yang menyenangkan adalah kunci. Anak-anak usia dini harus merasa aman, bahagia, dan terlibat dalam pembelajaran. Karena dari sanalah akan tumbuh rasa ingin tahu, karakter positif, dan kecintaan pada belajar itu sendiri,” tambahnya penuh semangat.
Bunda Nurlina juga menegaskan pentingnya kolaborasi semua pihak dari pemerintah, tenaga pendidik, hingga orang tua untuk mewujudkan PAUD yang berkualitas. Ia mengajak seluruh pemangku kepentingan agar menjadikan kegiatan ini sebagai momentum untuk memperkuat sinergi menuju Balikpapan sebagai kota layak anak dan ramah pendidikan.
Sementara itu, narasumber seminar, Irma Yuliantina, dalam pemaparannya menekankan pentingnya pendekatan pembelajaran berbasis pengalaman dan kasih sayang. Ia menjelaskan berbagai teknik pembelajaran mendalam (deep learning) yang sesuai dengan karakteristik perkembangan anak usia dini, disertai dengan contoh-contoh praktis yang dapat langsung diterapkan oleh para pendidik.
Antusiasme peserta terlihat jelas selama jalannya seminar. Banyak guru PAUD yang mengaku mendapatkan wawasan baru yang sangat relevan dengan tantangan di lapangan. Kegiatan ditutup dengan simbolis pembukaan oleh Bunda PAUD Nurlina melalui pembacaan Basmallah, yang disambut hangat oleh seluruh peserta dengan tepuk tangan meriah.
Seminar ini diharapkan menjadi bagian dari upaya berkelanjutan dalam meningkatkan kapasitas pendidik PAUD di Balikpapan, serta menciptakan ekosistem pendidikan anak usia dini yang berkualitas, menyenangkan, dan berorientasi pada masa depan anak-anak Balikpapan yang lebih baik.***
Editor : Ramadani
BACA JUGA
