Hotline Pengaduan Atlet Kemenpora: Cara Melaporkan Pelecehan Seksual dan Kekerasan di Dunia Olahraga

Menpora Erick Thohir resmi meluncurkan saluran pengaduan (hotline) khusus bagi para atlet
Menpora Erick Thohir resmi meluncurkan saluran pengaduan (hotline) khusus bagi para atlet / Kemenpora

JAKARTA, Inibalikpapan.com – Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora RI) tidak main-main dalam memberantas praktik kekerasan dan pelecehan di lingkungan olahraga. Pasca mencuatnya dugaan kasus pelecehan seksual oleh oknum pelatih di Federasi Panjat Tebing Indonesia (FPTI), Menpora Erick Thohir resmi meluncurkan saluran pengaduan (hotline) khusus bagi para atlet.

Langkah ini diambil untuk memastikan setiap insan olahraga yang menjadi korban kekerasan fisik maupun seksual mendapatkan perlindungan hukum dan martabat yang layak.

Kemenpora Berdiri Bersama Atlet

Dalam pernyataan resminya, Menpora Erick Thohir menegaskan bahwa Kemenpora akan menjadi rumah yang aman bagi seluruh atlet Indonesia, tanpa memandang cabang olahraga maupun tingkatan prestasi.

“Saya ingin menyampaikan kepada seluruh atlet Indonesia, Kemenpora berdiri bersama kalian. Kalian tidak sendiri,” tegas Erick Thohir. “Kami membuka pintu selebar-lebarnya untuk mendengar, membantu, dan melindungi seluruh atlet jika ada yang pernah atau sedang menjadi korban.”

Saluran Pengaduan Resmi Kemenpora

Bagi para atlet, ofisial, atau tenaga pendukung olahraga yang mengalami atau mengetahui adanya tindak kekerasan seksual maupun fisik, Kemenpora telah menyediakan jalur komunikasi rahasia dan resmi:

  • Email Resmi: [email protected]
  • Narahubung (WhatsApp/Telepon): 0856-4588-2882 (u.p. Wury)

Layanan ini disediakan untuk memastikan setiap laporan diproses dengan integritas tinggi dan menjamin kerahasiaan identitas pelapor guna menghindari intimidasi dari pihak mana pun.

Menjaga Nilai Integritas Olahraga Nasional

Menpora Erick menambahkan bahwa komitmen ini adalah bagian dari upaya besar membangun ekosistem olahraga yang sehat. Menurutnya, prestasi internasional tidak akan berarti jika dibangun di atas penderitaan dan trauma para atlet.

“Kami berkomitmen memastikan bahwa olahraga Indonesia berdiri di atas nilai integritas, rasa hormat, dan perlindungan terhadap setiap insan yang mengabdikan dirinya untuk bangsa,” pungkas Erick. / Kemenpora

Tinggalkan Komentar

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses