IKN Ditargetkan Menjadi Kawasan Bebas Malaria sebagai Proyek Prioritas Nasional

Penanaman 500 pohon di kompleks Kantor Kemenko 3, Sabtu (29/11/2025). / humas Otorita IKN

NUSANTARA, inibalikpapan.com— Pemerintah menargetkan Ibu Kota Nusantara (IKN) sebagai kawasan bebas malaria, seiring pembangunan kota baru yang dirancang berkelanjutan dan berorientasi pada kesehatan lingkungan. Upaya ini menjadi bagian dari strategi jangka panjang untuk memastikan kualitas hidup masyarakat tetap terjaga di tengah meningkatnya aktivitas pembangunan dan mobilitas penduduk.

Pengendalian malaria diposisikan sebagai fondasi penting dalam pembangunan IKN, terutama menghadapi potensi masuknya ribuan pekerja dari berbagai daerah. Pemerintah menilai, tanpa sistem kesehatan lingkungan yang kuat, risiko penularan penyakit dapat meningkat seiring percepatan pembangunan infrastruktur dan pertumbuhan populasi.

Direktur Pelayanan Dasar Otorita IKN, Suwito, menyatakan bahwa pencegahan malaria menjadi bagian dari perencanaan strategis pembangunan IKN sejak tahap awal. Menurutnya, pendekatan yang dilakukan tidak hanya bersifat teknis, tetapi juga berbasis kolaborasi lintas sektor.

“Upaya ini kami sukseskan melalui kolaborasi antara Otorita IKN, Kementerian Kesehatan, dan Dinas Kesehatan. Kolaborasi tersebut diperkuat dengan dukungan kebijakan dan strategi yang disusun oleh Universitas Diponegoro, sehingga menghasilkan kajian malaria yang menjadi dasar analisis lanjutan dalam perumusan kebijakan strategis,” ujar Suwito, melansir laman resmi IKN.

Ia menambahkan, kesiapan tersebut penting mengingat jumlah pekerja yang akan masuk ke kawasan inti pemerintahan diperkirakan mencapai puluhan ribu orang, khususnya pada fase pembangunan kawasan yudikatif dan legislatif.

“Kemudian, nanti pada saat banyak pekerja yang datang ke IKN mencapai 20 ribuan pekerja, pada pembangunan kawasan Yudikatif dan Legislatif, dapat kami pastikan, tidak ada penularan malaria sampai nanti IKN menjadi Ibu Kota,” ujarnya.

Senada dengan itu, Guru Besar Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Diponegoro, Prof. Mursyid, menilai bahwa kesiapan kesehatan lingkungan merupakan prasyarat penting bagi IKN sebagai kota masa depan yang terbuka bagi masyarakat nasional maupun internasional.

“Kita mengetahui bahwa IKN memiliki visi sebagai kota dunia untuk semua, yang terbuka bagi masyarakat nasional maupun internasional. Oleh karena itu, upaya bersama perlu dilakukan untuk mewujudkan kota yang ekologis dan humanis, serta bebas dari malaria, termasuk dalam menghadapi potensi migrasi penduduk ke depan,” ujarnya.

Sebagai bagian dari upaya tersebut, Otorita IKN sebelumnya menggelar forum diskusi lintas sektor di Kawasan Inti Pusat Pemerintahan (KIPP) Nusantara. Forum yang diikuti puluhan peserta dari unsur pemerintah, akademisi, dan tenaga kesehatan itu membahas strategi pengendalian malaria sebagai fondasi kebijakan kesehatan di IKN.

Melalui langkah ini, pemerintah menegaskan komitmennya membangun Ibu Kota Nusantara sebagai kawasan yang aman, sehat, dan berkelanjutan bagi masyarakat di masa depan.***

Tinggalkan Komentar

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses