Indeks SPBE Tembus 4,13: Kaltim Kukuhkan Diri Sebagai Salah Satu Provinsi Digital Terbaik di Indonesia

Identitas Kependudukan Digital / Diskominfo
Identitas Kependudukan Digital / Diskominfo

SAMARINDA, Inibalikpapan.com – Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur menunjukkan progres yang luar biasa dalam transformasi digital melalui penguatan Sistem Pemerintahan Berbasis Elektronik (SPBE). Hingga tahun 2025, indeks SPBE Kaltim mencapai angka 4,13 dari skala 5. Angka ini menjadi indikator kuat kematangan tata kelola digital di lingkup pemerintah daerah.

Capaian tersebut mencatatkan tren kenaikan signifikan dalam tiga tahun terakhir:

  • 2023: 2,91
  • 2024: 3,79
  • 2025: 4,13

Prestasi ini menempatkan Kaltim sebagai salah satu provinsi dengan implementasi SPBE terbaik di Indonesia, hasil dari sinergi seluruh perangkat daerah dalam meningkatkan pelayanan publik digital.

Digitalisasi Melampaui Sekadar Aplikasi

Sekretaris Daerah Kaltim, Sri Wahyuni, menegaskan bahwa makna transformasi digital tidak boleh hanya dipandang sebagai pengadaan aplikasi semata. Fokus utamanya adalah memastikan layanan publik mudah diakses dan memberikan manfaat nyata bagi warga.

“Digitalisasi bukan hanya soal sistem, tetapi bagaimana publik merasakan kemudahan, kecepatan, dan kepastian layanan,” ujar Sri Wahyuni dalam Webinar Kelas Pembelajaran Pelayanan Publik, Rabu (18/2/2026).

Ia menambahkan bahwa penguatan SPBE harus disertai dengan integrasi proses bisnis di setiap OPD serta pengelolaan informasi publik yang transparan untuk mencegah disinformasi.

Sakti Gemas: Inovasi Super Apps Kaltim

Kepala Diskominfo Kaltim, Muhammad Faisal, menjelaskan bahwa transformasi digital ini dilakukan secara menyeluruh, mencakup infrastruktur, SDM, hingga integrasi data. Salah satu bukti nyatanya adalah kehadiran aplikasi SAKTI GEMAS.

Super apps SAKTI GEMAS ini menghimpun:

  • 15 layanan perangkat daerah yang terintegrasi dalam satu platform.
  • Integrasi sistem pemerintahan digital menuju konsep smart government.
  • Efisiensi melalui monitoring pemanfaatan bandwidth antar-OPD.

Tantangan Literasi dan Akses

Meski indeks literasi digital Kaltim tergolong tinggi secara nasional, pemerintah tidak menutup mata terhadap hambatan yang ada. Pemerataan akses telekomunikasi masih menjadi tantangan utama yang terus dibenahi oleh Pemprov Kaltim.

Dengan indeks 4,13, Kaltim kini memiliki arah kebijakan yang sangat jelas: membangun pemerintahan digital yang efisien, terintegrasi, dan berorientasi sepenuhnya pada kepuasan masyarakat sebagai wujud reformasi birokrasi. / Pemprov

Tinggalkan Komentar

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses