Industri Pengolahan Jadi Tulang Punggung Ekonomi Balikpapan
BALIKPAPAN,Inibalikpapan.com – Pemerintah Kota Balikpapan terus menggenjot pengembangan sektor industri pengolahan untuk memperkuat perekonomian daerah.
Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS) Balikpapan, sektor ini menyumbang Rp 67,6 triliun terhadap Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) Balikpapan tahun 2023, yang mencapai total Rp 143,1 triliun.
Kepala Dinas Koperasi, UMKM, dan Perindustrian (DKUMKMP) Balikpapan, Heruressandy Setia Kusuma, menyebut industri pengolahan berkontribusi sekitar 46 persen terhadap perekonomian kota selama tiga tahun terakhir.
“Hal ini didukung oleh keberadaan 14.607 unit industri kecil menengah (IKM) yang terus berkembang,” ujar Heruressandy saat dikonfirmasi media, Senin (9/12/2024).
IKM sebagai Penggerak Utama
Menurut Heru, sebagian besar IKM di Balikpapan berawal dari usaha mikro kecil dan menengah (UMKM) yang berkembang melalui penambahan tenaga kerja dan adopsi teknologi. Hingga akhirnya mencapai skala industri.
Sentra-sentra industri, seperti Sentra Industri Kecil Teritip dan Sentra Industri Kecil Somber, menjadi contoh nyata keberhasilan transformasi ini. Selain itu, sejumlah klaster industri mandiri mulai bermunculan di permukiman, meski tetap harus memenuhi standar perizinan industri.
“Industri pangan menjadi salah satu sektor andalan, terutama makanan olahan dan produk setengah jadi seperti tempe,” tambahnya.
Regulasi untuk Percepatan Industri
Untuk mempercepat pengembangan klaster industri kecil dan menengah. Pemkot Balikpapan bersama DPRD saat ini tengah menyusun Rencana Pembangunan Industri Kota (RPIK).
“Kebijakan ini diharapkan mampu mendorong penguatan sektor makanan dan minuman yang telah memberikan kontribusi besar melalui retribusi daerah,” akunya.
Dengan strategi tersebut, Pemkot Balikpapan optimis industri pengolahan akan terus menjadi tulang punggung ekonomi lokal. Selain itu, sektor ini juga diharapkan mampu menciptakan lebih banyak lapangan kerja dan mendukung pertumbuhan UMKM.
BACA JUGA
