Interkoneksi Kaltim–Kaltara Rampung, Listrik PLN Makin Andal hingga Pelosok
BERAU, inibalikpapan.com,– Kalimantan menorehkan capaian besar. PT PLN (Persero) resmi menuntaskan pembangunan interkoneksi listrik yang menyatukan sistem Kaltim dan Kaltara. Proyek yang digarap UIP KLT ini menghadirkan jaringan kuat dan stabil untuk memenuhi kebutuhan warga dan industri di dua provinsi.
Jalur transmisi sepanjang 921,71 kilometer sirkuit dengan 1.279 tower membentang dari Kutai Timur, Berau, Bulungan, hingga Tana Tidung. Seluruh proses mulai dari perencanaan, pembebasan lahan, konstruksi hingga pengujian telah diselesaikan sesuai prosedur. Proyek ini sekaligus memperkuat sistem Kalimantan dalam menyongsong era energi bersih, termasuk integrasi PLTA Kayan dan Ujung Bilah.
General Manager PLN UIP KLT, Basuki Widodo, menegaskan bahwa interkoneksi ini menjadi wujud komitmen PLN memastikan listrik sebagai hak dasar masyarakat.
“Upaya ini adalah wujud nyata janji kami: Listrik untuk rakyat harus terjamin. Dengan menyatunya sistem Kaltim-Kaltara, kami menciptakan layanan yang kokoh, siap melayani lonjakan kebutuhan rumah tangga dan industri, serta menjadi penopang utama menuju masa depan Kalimantan yang lebih terang,” ujarnya dalam keterangan resmi, Rabu (3/12/2025).
Seluruh pekerjaan proyek berjalan terencana, mulai dari perencanaan, penyiapan lahan dan ROW, pembangunan pondasi, pemasangan tower, penarikan kabel, hingga tahap pengujian sebelum akhirnya diberi tegangan pertama (energize). Sertifikat Laik Operasi (SLO) juga dipastikan tuntas agar semua peralatan aman dan siap diserahterimakan ke unit operasi PLN.
Di setiap tahap, PLN menerapkan tata kelola stakeholder yang akuntabel. Lewat prosedur Identifikasi dan Mapping Stakeholder, PLN memetakan semua pihak yang terdampak—mulai pemilik lahan, pengguna jalan, kelompok rentan, hingga instansi pemerintah—berdasarkan kekuatan, kepentingan, dan legitimasi untuk memastikan strategi komunikasi berjalan tepat.
Layanan kini makin presisi dengan lima titik pengatur daya baru di Maloy, Talisayan, Berau, Tanjung Selor, dan Tidang Pale. Teknologi kabel optik, sistem kendali digital, hingga kesiapan integrasi 5G membuat PLN bisa menangani gangguan lebih cepat.
Dengan selesainya proyek ini, PLN mempertegas langkahnya menghadirkan listrik yang andal, merata, dan benar-benar dirasakan manfaatnya oleh masyarakat.***
BACA JUGA
