Investasi 2026 Ditarget Naik, DPMPTSP Pastikan Minat Investor Stabil

Kantor DPMPTSP dan MPP Balikpapan

BALIKPAPAN,Inibalikpapan.com – Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Kota Balikpapan memastikan bahwa penurunan jumlah kunjungan investor sepanjang tahun 2025 tidak memberikan dampak signifikan terhadap geliat investasi di daerah. 

Pemerintah kota tetap optimistis target investasi tahun 2026 dapat meningkat, seiring stabilnya minat investor dan tidak adanya pihak yang menarik modalnya dari Balikpapan.

Kepala DPMPTSP Balikpapan, Hasbullah Helmi, menyebutkan bahwa menurunnya kunjungan fisik bukan berarti investor kehilangan minat. Menurutnya, tren saat ini memperlihatkan bahwa banyak pelaku usaha lebih memilih memantau perkembangan dari jauh, sembari menunggu kesiapan perizinan dan dinamika regulasi, terutama setelah pemerintah pusat menetapkan Ibu Kota Negara (IKN) sebagai pusat pemerintahan yang akan beroperasi penuh pada 2028.

“Kami mencatat kunjungan investor menurun pada 2025. Namun tidak ada satupun investor yang menarik modalnya dari Balikpapan. Mereka justru berharap proses perizinan berjalan lebih cepat,” ujarnya, Senin (1/12/2025).

Helmi menjelaskan bahwa sebagian besar investor cenderung menahan diri untuk melihat perkembangan proyek-proyek pendukung IKN, termasuk kesiapan infrastruktur di Balikpapan sebagai kota penyangga utama. 

Meski frekuensi kunjungan secara langsung menurun, aktivitas komunikasi bisnis tetap berlangsung secara intensif. Investor tetap melakukan koordinasi melalui kanal daring, pertemuan virtual, hingga konsultasi berkala dengan DPMPTSP.

Kondisi ini, lanjutnya, bukan indikator penurunan minat investasi, melainkan bentuk kehati-hatian investor dalam membaca momentum. Karena itu, DPMPTSP tetap percaya diri dengan target investasi tahun 2026 yang diproyeksikan naik dibandingkan tahun sebelumnya.

“Pemerintah kota pun terus berkomitmen mempercepat layanan perizinan, sejalan dengan meningkatnya kebutuhan investor yang ingin memulai atau memperluas kegiatan usaha,” akunya.

Hasbullah menegaskan bahwa percepatan layanan perizinan menjadi prioritas strategis. Banyak investor mempertimbangkan Balikpapan sebagai wilayah prioritas berkat posisinya yang strategis sebagai pintu gerbang menuju IKN. Hal ini membuat aliran modal tetap stabil, meski intensitas kunjungan fisik tidak setinggi tahun sebelumnya.

“Balikpapan berada di garis depan penyangga IKN. Investor melihat peluang itu, sehingga mereka tetap bertahan dan menunggu proses perizinan berjalan lancar. Ini tentu kesempatan bagi kita menarik investor masuk,” jelasnya.

Untuk menjaga iklim usaha tetap kondusif, Pemkot Balikpapan melalui DPMPTSP turut menyiapkan berbagai langkah strategis. Penguatan sistem pelayanan digital menjadi salah satu prioritas agar pengajuan izin dapat dilakukan tanpa harus hadir langsung. Selain itu, evaluasi internal secara rutin dilakukan untuk memastikan tidak ada hambatan administratif yang menghambat realisasi investasi.

Dengan berbagai upaya tersebut, pemerintah kota berharap Balikpapan terus menjadi destinasi investasi yang kompetitif, terutama menjelang meningkatnya kebutuhan sektor usaha di wilayah penyangga IKN.***

Tinggalkan Komentar

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses