Iran Diserang AS–Israel, Kedubes di Jakarta Buka Suara: Dunia Memanas, Apa Dampaknya bagi Indonesia?

Israel menyerang Iran. WANA (Foto: WANA/Suara)
Israel menyerang Iran. WANA (Foto: WANA/Suara)

JAKARTA, inibalikpapan.com – Ketegangan di Timur Tengah kembali memuncak. Kedutaan Besar Iran di Jakarta mengecam keras serangan militer Amerika Serikat dan Israel yang menghantam wilayah Iran pada Sabtu pagi (28/2/2026). Serangan itu disebut menyasar infrastruktur vital dan sejumlah lokasi sipil di Teheran serta kota lainnya.

Dalam pernyataan resminya yang dikutip dari Suara, jaringan inibalikpapan.com, Kedubes Iran menilai tindakan tersebut sebagai pelanggaran terhadap kedaulatan dan integritas teritorial negaranya.

Serangan itu juga disebut bertentangan dengan Pasal 2 ayat (4) Piagam Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB), yang melarang penggunaan kekuatan terhadap negara lain.
“Iran memiliki hak sah untuk membela diri sesuai Pasal 51 Piagam PBB,” demikian pernyataan yang dirilis Kedubes Iran di Jakarta. Pemerintah Iran menegaskan akan memberikan respons tegas atas serangan tersebut.

Situasi ini memicu kekhawatiran baru di kawasan Timur Tengah. Dalam beberapa tahun terakhir, ketegangan antara Iran, Israel, dan Amerika Serikat memang kerap meningkat, namun serangan langsung ke wilayah Iran berpotensi memperluas konflik secara signifikan.

Apa Dampaknya Bagi Indonesia?

Bagi Indonesia, eskalasi ini bukan sekadar isu luar negeri yang jauh dari kehidupan sehari-hari. Setiap gejolak di Timur Tengah hampir selalu berdampak pada harga minyak dunia. Indonesia yang masih mengimpor sebagian kebutuhan energi berpotensi merasakan tekanan jika konflik meluas dan mengganggu jalur distribusi global.

Selain faktor ekonomi, stabilitas geopolitik global juga menjadi perhatian. Ketidakpastian biasanya berdampak pada nilai tukar, pasar saham, hingga kepercayaan investor. Dalam situasi seperti ini, pasar keuangan global cenderung bergerak lebih sensitif terhadap perkembangan konflik.

Kedubes Iran juga menyerukan kepada Pemerintah Indonesia, tokoh politik, organisasi keagamaan, akademisi, hingga insan media untuk secara terbuka mengecam dimulainya agresi terhadap wilayah Iran. Iran menilai Dewan Keamanan PBB memiliki tanggung jawab utama untuk segera mengambil langkah konkret demi mencegah eskalasi lebih lanjut.

Hingga Sabtu sore, belum ada pernyataan resmi dari pemerintah Indonesia terkait seruan tersebut. Namun, sebagai negara dengan politik luar negeri bebas aktif, Indonesia selama ini konsisten mendorong penyelesaian damai setiap konflik internasional.***

Tinggalkan Komentar

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses