Iran Serang Fasilitas Gas & Minyak Teluk, Harga Minyak Dunia Meroket ke $118
DUBAI, Inibalikpapan.com – Ketegangan di Timur Tengah mencapai titik didih baru setelah Iran mengintensifkan serangan terhadap fasilitas minyak dan gas alam di kawasan Teluk, Kamis (19/3/2026). Aksi balasan atas serangan Israel ini memicu guncangan hebat pada ekonomi global dan mengirim harga bahan bakar ke level tertinggi.
Laporan Associated Press menyebutkan, serangan tersebut menargetkan infrastruktur energi vital di Arab Saudi, Qatar, hingga Uni Emirat Arab (UEA), memperparah krisis pasokan global yang sebelumnya sudah tertekan akibat blokade Iran di Selat Hormuz.
Harga Minyak Mentah Melonjak 60 Persen
Dampak langsung dari eskalasi ini dirasakan oleh pasar energi internasional. Harga minyak mentah jenis Brent melonjak drastis hingga menyentuh angka $118 per barel. Angka ini menunjukkan kenaikan lebih dari 60% sejak konflik yang melibatkan Amerika Serikat dan Israel pecah pada akhir Februari lalu.
Tak hanya minyak, harga gas alam di Eropa juga naik 17% dalam sehari, atau melonjak dua kali lipat dalam satu bulan terakhir. Kondisi ini mengancam stabilitas ekonomi negara-negara yang bergantung pada energi dari kawasan Teluk.
Infrastruktur Energi Teluk Jadi Sasaran Empuk
Beberapa titik strategis yang dilaporkan terkena dampak serangan drone dan rudal Iran meliputi:
- Arab Saudi: Kilang SAMREF di Laut Merah (Yanbu) terkena hantaman drone, mengganggu rute alternatif pengiriman minyak.
- Qatar: Fasilitas LNG Ras Laffan mengalami kerusakan parah akibat rudal, yang berpotensi menghambat pasokan gas dunia dalam jangka panjang.
- Kuwait & Abu Dhabi: Otoritas setempat melaporkan adanya serangan terhadap dua kilang minyak dan operasional gas.
Sekretaris Jenderal Liga Arab, Ahmed Aboul Gheit, mengecam keras aksi tersebut dan menyebutnya sebagai “eskalasi yang sangat berbahaya” yang menyeret negara-negara Arab lebih dalam ke pusaran konflik.
AS dan Israel Tingkatkan Intensitas Perang
Di Washington, Menteri Pertahanan AS, Pete Hegseth, menegaskan bahwa militer AS akan terus menargetkan kepemimpinan Korps Garda Revolusi Islam (IRGC) dan pasukan Basij. Sementara itu, militer Israel untuk pertama kalinya melancarkan serangan terhadap target-target Iran di Laut Kaspia.
Pentagon dilaporkan tengah mengajukan tambahan dana sebesar $200 miliar (sekitar Rp3.100 triliun) kepada Gedung Putih untuk membiayai operasi perang melawan Iran yang kini memasuki minggu ketiga.
Dampak Kemanusiaan Terus Bertambah
Hingga saat ini, tercatat lebih dari 1.300 orang tewas di Iran. Di Lebanon, serangan Israel terhadap kelompok Hizbullah telah memaksa lebih dari 1 juta orang (20% populasi) mengungsi. Sementara di pihak Israel, 15 orang dilaporkan tewas akibat serangan rudal Iran, termasuk korban jiwa dari personel militer AS.
BACA JUGA
