Jadikan Mudik Lebaran Momen ‘Puasa Gadget’ dan Pererat Hubungan Keluarga

Menteri Komunikasi dan Digital, Meutya Hafid
Menteri Komunikasi dan Digital, Meutya Hafid / Kemkomdigi

JAKARTA, Inibalikpapan.com – Menteri Komunikasi dan Digital (Menkomdigi), Meutya Hafid, mengajak para orang tua untuk memanfaatkan momentum mudik dan libur Lebaran 2026 sebagai sarana memperkuat interaksi langsung dengan anak.

Salah satu langkah konkret yang disarankan adalah dengan mengurangi penggunaan gawai (gadget) selama berkumpul bersama keluarga.

Dalam siaran persnya, Rabu (11/3/2026), Meutya menekankan bahwa libur Lebaran adalah kesempatan emas untuk membangun komunikasi yang lebih intensif secara tatap muka.

Kurangi Gadget, Perbanyak Interaksi

Meutya menyarankan agar keluarga mulai melepaskan ketergantungan pada teknologi digital saat berada di kampung halaman. Hal ini dinilai penting untuk mengembalikan kehangatan komunikasi keluarga yang sering terganggu oleh aktivitas di dunia maya.

“Gunakan momen liburan dan mudik ini untuk sebanyak-banyaknya menghabiskan waktu bersama keluarga. Gadget-nya bisa dimatikan dulu atau setidaknya dikurangi,” ujar Meutya Hafid.

Persiapan Kebijakan Baru: Anak di Bawah 16 Tahun & Medsos

Pesan ini juga berkaitan dengan kebijakan baru pemerintah mengenai Perlindungan Anak di Ruang Digital yang akan mulai berlaku efektif pada 28 Maret 2026. Kebijakan ini akan mengatur batasan dan pengawasan penggunaan media sosial bagi anak-anak.

  • Target Usia: Anak-anak di bawah 16 tahun.
  • Peran Orang Tua: Membimbing anak secara perlahan untuk keluar atau membatasi aktivitas di media sosial.
  • Momentum Lebaran: Waktu terbaik untuk berbicara dari hati ke hati mengenai persiapan perubahan pola penggunaan teknologi ini.

“Sejak sekarang mungkin bisa mulai berlatih perlahan-lahan keluar dari media sosial dengan bimbingan orang tua. Libur Lebaran ini adalah waktu yang baik untuk mulai melakukan persiapan,” tambahnya.

Membangun Komunikasi yang Sehat

Menkomdigi berharap perubahan pola penggunaan teknologi digital ini dapat menciptakan ekosistem keluarga yang lebih sehat. Dengan mengurangi perangkat digital, diharapkan anak-anak dapat lebih banyak berinteraksi secara langsung, mengenal kerabat di kampung halaman, dan menikmati aktivitas fisik bersama keluarga besar.

Tinggalkan Komentar

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses