Jaga Stabilitas Harga Ramadan, Disdag Balikpapan Maksimalkan Distribusi Daging Beku
BALIKPAPAN,Inibalikpapan.com — Pemerintah Kota Balikpapan terus mengintensifkan langkah menjaga stabilitas harga bahan pokok menjelang dan selama bulan Ramadan.
Salah satu komoditas yang menjadi perhatian serius adalah daging sapi, terutama daging beku yang berada dalam pengawasan Dinas Perdagangan Kota Balikpapan.
Kepala Bidang Perdagangan Dalam Negeri Dinas Perdagangan Kota Balikpapan, Muhammad Sanwar, mengatakan pihaknya secara rutin berkomunikasi dengan para distributor guna memastikan ketersediaan pasokan serta kestabilan harga di pasaran.
“Upaya kami adalah terus melakukan komunikasi dengan distributor, khususnya distributor daging beku yang memang berada dalam pantauan kami. Untuk daging segar, pengawasannya berada di instansi teknis lain,” ujar Sanwar saat ditemui di Balikpapan, Senin (2/3/2026).
Menurut dia, preferensi masyarakat Balikpapan masih cenderung memilih daging segar dibandingkan daging beku. Faktor kebiasaan dan persepsi lama menjadi alasan utama. Padahal, dari sisi mutu dan higienitas, daging beku dinilai memiliki standar yang tidak kalah baik.
Sanwar menjelaskan, proses daging beku dilakukan melalui tahapan pemotongan, pengemasan, hingga distribusi dengan sistem rantai dingin yang ketat. Proses tersebut justru membuat kualitas produk lebih terjaga dan aman untuk dikonsumsi dalam jangka waktu tertentu.
Dari sisi harga, daging beku relatif lebih kompetitif. Saat ini, harga di tingkat distributor berkisar antara Rp110.000 hingga Rp130.000 per kilogram. Rentang harga tersebut dinilai menjadi instrumen strategis bagi pemerintah daerah dalam melakukan intervensi pasar apabila terjadi lonjakan harga daging segar.
“Intervensi yang bisa kami lakukan adalah melalui distributor daging beku. Itu yang berada dalam kewenangan dan pantauan kami,” katanya.
Harga Lebih Terjangkau
Sebagai bagian dari gerakan stabilisasi harga, Dinas Perdagangan juga menggelar pasar murah di kawasan Gunung Bakaran. Dalam kegiatan tersebut, distributor daging beku dilibatkan untuk menjual produk sesuai harga yang telah ditetapkan pemerintah, sehingga masyarakat memiliki alternatif pilihan dengan harga lebih terjangkau.
Sanwar menambahkan, sebagian besar pasokan daging beku yang beredar di Balikpapan merupakan produk impor. Meski demikian, seluruh produk yang masuk telah melalui proses pengawasan dan memenuhi ketentuan yang berlaku.
Pemerintah berharap, melalui penguatan distribusi serta edukasi yang berkelanjutan, persepsi masyarakat terhadap daging beku dapat semakin positif. Dengan pilihan konsumsi yang lebih beragam dan harga yang tetap terkendali, kebutuhan pangan selama Ramadan diharapkan tetap terpenuhi tanpa gejolak.
“Yang terpenting adalah ketersediaan aman dan harga tetap stabil, sehingga masyarakat dapat menjalankan ibadah Ramadan dengan tenang,” pungkasnya.(***/Adv Diskominfo Balikpapan).
BACA JUGA
