Jalani Rekonstruksi, Tersangka SM Bantah Isu Hubungan Spesial dengan Korban
BALIKPAPAN,Inibalikpapan.com — uga melibatkan tersangka berinisial SM. Rekonstruksi dilaksanakan di Mapolsek Balikpapan Barat dengan pengamanan ketat, tanpa menghadirkan lokasi Tempat Kejadian Perkara (TKP), Senin (19/1/2026).
Kapolsek Balikpapan Barat AKP Sukarman Sarun menyatakan, rekonstruksi sengaja tidak dilakukan di TKP untuk mengantisipasi kerumunan warga yang berpotensi menimbulkan gangguan keamanan. Sejak pagi, puluhan personel kepolisian disiagakan guna mengamankan jalannya proses tersebut.
Meski demikian, keluarga dan kerabat korban tetap berdatangan ke Mapolsek. Mereka hanya diperbolehkan menyaksikan rekonstruksi dari luar pagar. Suasana sempat memanas ketika tersangka SM dibawa ke lokasi. Sejumlah warga terlihat emosional, bahkan seorang perempuan berteriak kepada tersangka dengan nada tinggi.
“Woy, waktu kamu buang kakakku ke laut, dia masih hidup,” teriak perempuan tersebut.
Beberapa warga sempat mencoba menerobos barikade polisi untuk mendekati tersangka, namun berhasil dihalau petugas. Aparat kepolisian terus berupaya menenangkan massa agar situasi tetap kondusif.
“Ibu jangan masuk, lebih baik di luar saja,” ujar seorang anggota polisi kepada warga.
Tersangka SM yang hadir didampingi kuasa hukumnya, Yohanes Maroko, SH, turut menanggapi berbagai tudingan yang beredar di masyarakat, termasuk isu sebagai perempuan perebut laki orang atau pelakor. SM membantah tuduhan tersebut dan menegaskan tidak memiliki hubungan spesial dengan korban.
“Kalau sebenarnya dari versi saya, maaf ya kalau saya dibilang pelakor, mungkin iya di mata orang. Tapi bagi saya, almarhum yang terlalu berharap sama saya,” ujar SM kepada wartawan.
SM mengakui korban pernah tiga kali mendatangi rumahnya. Namun ia menegaskan pertemuan tersebut tidak lebih dari interaksi biasa dan tidak pernah terjadi hubungan badan.
“Saya jarang bertemu dengan almarhum, cuma baru tiga kali. Jadi tidak ada hubungan spesial seperti rumor di luar, dan tidak ada hubungan badan dengan korban,” katanya.
Kasus ini masih menjadi sorotan masyarakat Balikpapan Barat karena melibatkan konflik emosional, rumor hubungan personal, serta kematian tragis seorang ketua RT. Kepolisian menegaskan proses hukum akan terus berjalan sesuai prosedur yang berlaku, dengan mengedepankan keamanan dan ketertiban masyarakat.***
BACA JUGA
