Jalur Tol IKN Dilintasi 90 Ribu Kendaraan Selama Libur Natal-Tahun Baru 2026, Kini Resmi Ditutup
BALIKPAPAN, Inibalikpapan.com – Jalur tol fungsional terbatas Kawasan Ibu Kota Nusantara (IKN) mencatat lonjakan arus kendaraan selama libur Natal dan Tahun Baru (Nataru).
Dalam kurun waktu 16 hari operasional, sejak 20 Desember 2025 hingga 4 Januari 2026, total kendaraan yang melintas mencapai sekitar 90 ribu unit.
Tingginya volume kendaraan tersebut menunjukkan besarnya kebutuhan masyarakat terhadap akses penghubung Balikpapan dan kawasan IKN. Meskipun, jalur tersebut masih beroperasi secara fungsional terbatas.
Selama masa libur panjang, warga memanfaatkan jalur ini sebagai alternatif mobilitas yang memberikan efisiensi waktu tempuh bagi pengguna jalan.
Kepala Satuan Kerja Bangkang IKN 2, Alfin Jerry, mengatakan bahwa jika mengmbil rata-rata selama 16 hari operasional, maka jumlah kendaraan yang melintas berkisar antara 4.000 hingga 5.000 unit per hari.
“Jika dihitung secara rata-rata selama 16 hari operasional, kendaraan yang melintas berkisar antara 4.000 hingga 5.000 unit per hari,” ujarnya saat ditemui di Balikpapan, Minggu (4/1/2026).
Menurut Alfin, secara umum pelaksanaan operasional jalur fungsional IKN selama periode Nataru berjalan dengan lancar. Pihaknya tidak menemukan gangguan serius yang berpotensi menghambat arus lalu lintas maupun membahayakan pengguna jalan.
“Selama masa operasional ini, kondisi lalu lintas relatif aman dan terkendali. Tidak ada kejadian besar yang terjadi. Hanya beberapa insiden kecil seperti pecah ban, kehabisan bahan bakar, hingga kendaraan mogok. Namun semua kasus tersebut dapat segera ditangani oleh petugas di lapangan,” jelasnya.
Petugas yang berjaga di sepanjang jalur langsung melakukan penanganan terhadap kendaraan yang mengalami gangguan dengan mengevakuasinya ke bahu jalan. Sehingga tidak mengganggu kelancaran arus lalu lintas.
Jadi Bahan Evaluasi
Meski berjalan lancar, masa operasional fungsional terbatas ini tetap menjadi bahan evaluasi sebelum publik menggunakan jalur ini secara lebih luas. Terutama untuk mengantisipasi lonjakan mobilitas masyarakat pada arus mudik Lebaran.
Sebagai bagian dari evaluasi tersebut, sejumlah penyempurnaan teknis telah mereka siapkan. Mulai dari kelengkapan rambu lalu lintas hingga penyelesaian pekerjaan fisik jalan.
“Evaluasi utama yang kami lakukan meliputi penyempurnaan rambu-rambu lalu lintas agar lebih jelas dan mudah dipahami oleh pengguna jalan. Selain itu, kami juga akan melanjutkan pekerjaan fisik hingga tahap akhir, termasuk proses pengaspalan terakhir sampai dengan lapisan Last Course Wearing Course (LCWC),” terangnya.
Selain pengaspalan, pelebaran jalan juga mereka rencanakan di beberapa titik strategis untuk meningkatkan kapasitas serta kenyamanan pengguna. Seluruh pekerjaan akan mereka lakukan secara bertahap sesuai hasil evaluasi lapangan.
“Kami menargetkan pada awal Maret mendatang, jalur ini sudah dapat disempurnakan secara menyeluruh. Khususnya dalam rangka persiapan menghadapi arus mudik Lebaran. Harapannya, jalur ini dapat memberikan layanan yang lebih baik, aman, dan nyaman bagi seluruh masyarakat,” pungkas Alfin.***
BACA JUGA
