Jamin Keamanan Pangan, Industri Tahu Tempe Balikpapan Didorong Miliki SLHS
BALIKPAPAN,Inibalikpapan.com – DKUMKMP Balikpapan melaksanaan peningkatan kapasitas sumber daya manusia (SDM) bagi pelaku industri kecil menengah (IKM) tahu tempe di Kota Balikpapan, Senin (11/8/2025).
Kegiatan yang digelar oleh Dinas Koperasi UMKM dan Perindustrian (DKUMKMP) Kota Balikpapan ini diikuti puluhan pelaku industri dan para pembina dari Aparatur Sipil Negara (ASN).
Kegiatan fokus pada materi teori di ruang pelatihan, pada hari kedua para ASN pembina industri terjun langsung ke lapangan. Mereka meninjau proses produksi industri pengolahan tahu tempe, salah satunya di kawasan Somber, Balikpapan Utara.

Kabid Teknologi Sumber Daya Industri (TSDI) DKUMKMP Kota Balikpapan, Tonny Hartono, mengatakan bahwa kunjungan lapangan ini bertujuan memberikan gambaran nyata kepada para pembina industri tentang kondisi kerja, sarana-prasarana, serta proses produksi yang dilakukan para pelaku IKM.
“Selain memahami proses produksi, kami juga ingin melihat langsung sejauh mana pelaku industri telah menerapkan prinsip higienis dalam pengolahan produk. Idealnya, setiap industri tahu tempe memiliki Sertifikasi Laik Higienis Sanitasi (SLHS),” ujarnya.
Menurut Tonny, keberadaan SLHS menjadi penting karena berkaitan langsung dengan keamanan pangan. Tanpa standar higienis yang memadai, risiko terjadinya keracunan pangan akan lebih tinggi.
“Keamanan pangan ini penting dijaga supaya tidak terjadi keracunan di Balikpapan. Dengan sertifikasi, pelaku industri akan paham cara mengelola pangan yang baik, serta mengenali titik-titik kritis yang berpotensi memicu kejadian luar biasa,” jelasnya.
Selama ini, sosialisasi mengenai keamanan pangan memang menjadi tugas Dinas Kesehatan (Dinkes). Namun, bagi IKM, tantangan terbesarnya adalah memenuhi persyaratan fisik dan administratif agar lolos sertifikasi SLHS. Mulai dari perbaikan sarana dan prasarana, penyesuaian tata letak ruang produksi, hingga pemeliharaan peralatan agar sesuai standar.
Selain itu, proses sertifikasi juga mengharuskan adanya uji laboratorium yang sangat detail. Pemeriksaan dilakukan terhadap produk olahan, alat produksi, hingga penjamah makanan. Bahkan, pengecekan kesehatan penjamah dilakukan secara menyeluruh, termasuk rectal swab untuk mendeteksi potensi penyakit menular.
“Penjamah ini dicek kesehatannya. Kami ingin memastikan mereka tidak membawa penyakit seperti cacingan, yang bisa menyebarkan infeksi. Penyakit lain seperti tuberkulosis juga diwaspadai, sehingga dilakukan pemeriksaan lengkap,” terangnya.
Data DKUMKMP mencatat, dari total 80 IKM tahu tempe yang beroperasi di Balikpapan, ada 11 yang dinilai cukup baik dan berpotensi untuk mendapatkan SLHS. Penilaian dilakukan melalui cek lapangan, mengacu pada kelengkapan sarana, pemahaman pelaku usaha, serta komitmen mereka terhadap standar keamanan pangan.
Dari 11 IKM tersebut, DKUMKMP akan memilih tiga yang terbaik untuk difasilitasi mengikuti uji laboratorium dan sertifikasi SLHS.
“Tiga yang kami pilih adalah yang sarana produksinya bagus, pengetahuannya mumpuni, dan memahami betul manfaat sertifikasi SLHS. Ini adalah terobosan DKUMKMP. Kalau anggarannya mencukupi, jumlah IKM yang difasilitasi bisa bertambah di tahun-tahun berikutnya,” kata Tonny.
Ia menambahkan, sertifikasi SLHS akan memberikan banyak keuntungan bagi pelaku industri. Selain menjadi jaminan kualitas, sertifikat ini juga membuka peluang kerja sama dengan sektor perhotelan, rumah sakit, dan pasar modern yang membutuhkan pemasok dengan standar higienis.
“Dengan SLHS, produk mereka akan diakui bersih dan higienis. Ini bukan hanya soal citra, tapi juga bukti bahwa pelaku IKM Balikpapan mampu bersaing dengan produk skala besar,” tandasnya.
Program peningkatan kapasitas SDM IKM ini rencananya akan berlanjut dengan sesi pendampingan, agar para pelaku industri yang belum memenuhi standar dapat melakukan perbaikan dan mempersiapkan diri untuk sertifikasi di masa depan.
Pemerintah Kota Balikpapan berharap, langkah ini dapat meningkatkan daya saing industri lokal sekaligus memberikan jaminan keamanan pangan bagi masyarakat.***
Editor : Ramadani
BACA JUGA
