Januari 2026 Deflasi 0,11 Persen, Pemkot Balikpapan Perkuat Sinergi Jaga Harga Jelang Ramadan
BALIKPAPAN,Inibalikpapan.com — Kota Balikpapan mencatat deflasi sebesar 0,11 persen pada Januari 2026. Secara tahunan, Indeks Harga Konsumen (IHK) Balikpapan masih menunjukkan inflasi sebesar 3,26 persen, namun tetap dalam kondisi terkendali.
Berdasarkan analisa Bank Indonesia, perkembangan inflasi di Balikpapan pada Januari 2026 lebih baik dibandingkan bulan sebelumnya. Kondisi tersebut sejalan dengan normalisasi permintaan masyarakat pasca Hari Besar Keagamaan Nasional (HBKN) Natal dan Tahun Baru 2025–2026 serta terjaganya pasokan sejumlah komoditas pangan.
“Perkembangan inflasi di Kota Balikpapan menunjukkan tren yang lebih terkendali. Hal ini didukung oleh normalisasi permintaan pasca HBKN serta ketersediaan pasokan pangan yang cukup,” ujar Wali Kota Balikpapan Rahmad Mas’ud dalam rapat koordinasi pengendalian inflasi, Rabu (18/2/2026).
Lima komoditas utama penyumbang deflasi terdalam pada Januari 2026 yakni angkutan udara, bensin, cabai rawit, Sekolah Menengah Atas (SMA), serta cabai merah. Penurunan tarif angkutan udara terutama dipengaruhi oleh menurunnya mobilitas masyarakat setelah berakhirnya periode puncak arus libur akhir tahun.
Sementara itu, lima komoditas utama yang menyumbang inflasi tertinggi adalah emas perhiasan, daging ayam ras, bahan bakar rumah tangga, baju muslim anak, serta mobil.
Pemerintah Kota Balikpapan menyambut baik pelaksanaan rapat koordinasi pengendalian inflasi sebagai langkah strategis untuk menjamin kesinambungan pasokan dan pengendalian harga, khususnya menjelang bulan Ramadan yang identik dengan meningkatnya permintaan masyarakat terhadap bahan pokok.
“Ke depan kita perlu mengantisipasi sejumlah risiko inflasi, seperti puncak musim hujan, potensi gelombang laut tinggi, serta risiko banjir di beberapa daerah sentra produksi. Selain itu, masuknya periode Ramadan dan HBKN Idulfitri 2026 juga berpotensi mendorong peningkatan permintaan,” ujarnya.
Pemkot Balikpapan bersama Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) dan Bank Indonesia akan terus bersinergi melalui pemantauan harga, penguatan kerja sama antar daerah, pelaksanaan pasar murah, serta penguatan pasokan pangan.
Selain pengendalian inflasi, Pemkot juga menyambut baik ekspansi operasional Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) untuk program Makan Bergizi Gratis (MBG) pada 2026. Saat ini telah tersedia 24 SPPG di Balikpapan yang melayani 95 satuan pendidikan dengan total penerima manfaat sebanyak 45.794 peserta didik. Pemerintah menargetkan pembangunan hingga 63 unit SPPG agar cakupan layanan semakin merata.
Melalui TPID, pemerintah berharap percepatan kerja sama pasokan antara produsen dan distributor pangan lokal dengan mitra supplier SPPG-MBG terus didorong, sehingga program strategis tersebut tidak hanya berjalan lancar, tetapi juga memberikan dampak ekonomi nyata bagi pelaku usaha lokal.***
BACA JUGA
