Jelang 17 Agustus, Wali Kota Ingatkan Nasionalisme Harus Dibuktikan dalam Kehidupan Sehari-hari
BALIKPAPAN, inibalikpapan.com – Menjelang peringatan HUT ke-80 Kemerdekaan RI, Wali Kota Balikpapan Rahmad Masud menekankan pentingnya memaknai momentum 17 Agustus bukan sebatas upacara. Melainkan pengingat tanggung jawab generasi kini untuk mengisi kemerdekaan dengan kerja nyata.
Menurutnya, generasi muda saat ini tidak lagi merasakan langsung getir perjuangan merebut kemerdekaan. Namun, ada beban moral untuk melanjutkan cita-cita para pendiri bangsa dengan memajukan masyarakat dan menjaga persatuan.
“Kita tidak punya jasa terhadap kemerdekaan karena belum lahir saat itu. Namun kita punya tanggung jawab untuk mengisi kemerdekaan sesuai cita-cita para pendahulu,” tegas Rahmad Masud, Jumat (15/8)
Pesan itu sekaligus disampaikan kepada 39 anggota Paskibraka Kota Balikpapan, termasuk empat yang mewakili provinsi. Ia berharap para pengibar bendera senantiasa menjaga kesehatan dan kekompakan hingga hari pelaksanaan.
Bagi Rahmad, disiplin dan kebersamaan Paskibraka adalah simbol bagaimana generasi muda seharusnya menyiapkan diri untuk menghadapi tantangan bangsa.
Di luar upacara, ia juga menyinggung soal pentingnya kesadaran masyarakat menjaga lingkungan. Kebersihan kota, ujarnya, tidak hanya terkait penilaian Adipura, tetapi juga bagian dari tanggung jawab kolektif mengisi kemerdekaan.
“Satgas sudah ada di lapangan. Pengawasan melibatkan sekda, wakil wali kota, dan seluruh jajaran. Tapi yang terpenting adalah kesadaran masyarakat. Tanpa kesadaran, aturan sebaik apapun tidak akan efektif,” jelasnya.
Sementara itu, Kepala Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) Kota Balikpapan, Sutadi, menegaskan, bahwa persiapan Pasukan Pengibar Bendera Pusaka (Paskibraka) tahun ini hampir mencapai 100 persen.
“Alhamdulillah, persiapan hampir sempurna. Mental dan fisik mereka sudah siap,” tegas Sutadi.
Tahun ini, Paskibraka Balikpapan beranggotakan 39 siswa yang semuanya berasal dari kelas X SMA, SMK, MA, dan sekolah setingkat. Mereka terpilih setelah melalui proses seleksi ketat pada Juli lalu.
“Ada 20 siswa laki-laki dan 19 siswi perempuan dari berbagai sekolah di seluruh Balikpapan. Kami pastikan mereka adalah putra-putri terbaik yang memiliki disiplin, komitmen, dan kemampuan fisik prima,” jelas Sutadi.
Proses seleksi meliputi tes fisik, pengetahuan umum, keterampilan baris-berbaris, hingga wawancara untuk menilai mental dan wawasan kebangsaan. Dari ratusan pendaftar, hanya 39 yang lolos.
Sejak awal Agustus, para anggota Paskibraka dikarantina di BDI Townhouse. Selama 14 hari, mereka menjalani latihan intensif yang dipandu pelatih dari TNI, Polri, dan purna Paskibraka. Jadwal harian mereka padat mulai dari pemanasan pagi, latihan formasi, penguatan fisik, simulasi upacara, hingga sesi pembentukan karakter.
“Latihan ini tidak hanya mengasah kemampuan teknis, tetapi juga membangun kekompakan dan rasa tanggung jawab,” tambah Sutadi.****
BACA JUGA
