Kabel Bergelantungan di Jalan Dikeluhkan Warga, DPRD Balikpapan Dorong Jaringan Masuk Bawah Tanah
BALIKPAPAN,Inibalikpapan.com – Kabel udara yang bergelantungan di sepanjang Jalan Jenderal Sudirman, Balikpapan, kembali dikeluhkan warga. Selain merusak pemandangan kota, kondisi ini dinilai membuat jalan protokol terlihat semrawut. DPRD Balikpapan kini mendorong penataan serius, termasuk memindahkan kabel ke bawah tanah.
Bagi warga yang setiap hari melintas di Jalan Jenderal Sudirman, kabel listrik dan telekomunikasi yang saling bertumpuk di tiang jalan bukan pemandangan baru. Kabel-kabel itu menjuntai ke berbagai arah, sebagian terlihat tidak beraturan, dan kerap mencolok di tengah wajah kota.
Kondisi ini dinilai kontras dengan upaya Balikpapan membangun citra sebagai kota modern dan tertata.

Rudi (42), warga Balikpapan Kota yang hampir setiap hari melintas di kawasan tersebut, mengaku pemandangan kabel semrawut sudah lama mengganggu.
“Kalau sekali dua kali mungkin biasa. Tapi ini tiap hari lewat, kelihatan kumuh saja. Padahal jalannya sudah bagus,” ujarnya, Kamis (5/2/2026).
Jalan Protokol Adalah Wajah Kota
Ketua Komisi III DPRD Kota Balikpapan, H. Yusri, menegaskan penataan kabel udara harus menjadi perhatian serius pemerintah kota.
“Jalan protokol itu wajah Balikpapan. Kalau kiri kanan jalan penuh kabel bergelantungan, tentu tidak nyaman dipandang,” tegasnya.
Isu kabel semrawut di Balikpapan bahkan sempat menjadi perhatian Presiden RI Prabowo Subianto saat berkunjung ke kota ini. Presiden disebut menginginkan kota yang asri, rapi, dan enak dipandang.
“Salah satu kendala yang masih kita hadapi memang kabel udara yang belum tertata,” kata Yusri, Kamis (5/2/2026).
Kabel Diturunkan ke Bawah Tanah
DPRD Balikpapan mendorong agar ke depan tidak ada lagi kabel udara, khususnya di kawasan jalan protokol dan pusat aktivitas masyarakat. Seluruh jaringan, baik listrik maupun telekomunikasi, diarahkan untuk ditanam di bawah tanah.
Langkah ini dinilai sejalan dengan konsep smart city, sekaligus mendukung citra Balikpapan sebagai kota penyangga Ibu Kota Nusantara (IKN).
Rencana penataan kabel ini telah dibahas bersama Bappeda dan Dinas PU. Namun, keterbatasan anggaran membuat pelaksanaannya harus disesuaikan dengan prioritas pembangunan daerah.
“Anggaran tidak bisa dipaksakan. Tapi penataan kabel ini tetap jadi perhatian dan akan terus kita dorong,” ujar Yusri.
Warga berharap penataan kabel tidak berhenti sebagai wacana. Jika terealisasi, jalan protokol Balikpapan tidak lagi dipenuhi kabel bergelantungan, sehingga kota terlihat lebih rapi dan nyaman.
Balikpapan pun diharapkan tampil sebagai kota modern yang benar-benar enak dipandang, bukan hanya di atas kertas.***
BACA JUGA
