Kaltim All-Out Dukung Quick Win Prabowo: Eliminasi TBC Dikejar Lewat Empat Indikator Kunci
SAMARINDA, Inibalikpapan.com – Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur (Kaltim) menegaskan komitmennya untuk mendukung penuh Program Hasil Terbaik Cepat (PHTC) atau Quick Win Presiden Prabowo Subianto, salah satunya percepatan pengentasan tuberkulosis (TBC) pada periode 2025–2029.
Kepala Dinas Kesehatan Kaltim Jaya Mualimin menyebutkan, dari delapan prioritas nasional, pengendalian TBC menjadi fokus khusus yang diarahkan langsung pemerintah pusat untuk dipercepat hingga ke daerah.
“Tiga fokus utamanya adalah penyelenggaraan pemeriksaan kesehatan gratis, penuntasan kasus TBC secara menyeluruh, serta pembangunan rumah sakit lengkap dan berkualitas di setiap kabupaten,” jelas Jaya, Selasa (2/12/2025).
Empat Indikator Penentu Eliminasi TBC
Sebagai langkah strategis, Pemprov Kaltim memastikan pelaksanaan program ini dilakukan secara terukur dan sesuai standar nasional. Jaya menjelaskan bahwa keberhasilan eliminasi TBC akan dihitung melalui empat indikator utama, yakni:
- Penemuan kasus TBC secara aktif dan terukur
- Inisiasi pengobatan bagi seluruh pasien yang terdeteksi
- Angka keberhasilan pengobatan TBC
- Pemberian Terapi Pencegahan TBC (TPT) untuk kelompok berisiko
“Empat indikator inilah yang terus kita kejar agar setiap warga Kaltim mendapat layanan TBC cepat, tepat, dan tuntas,” tegasnya.
Indonesia Jadi Negara Kasus TBC Tertinggi Kedua di Dunia
Mengacu pada Global Tuberculosis Report 2024, Indonesia masih menempati posisi kedua dunia untuk estimasi kasus dan kematian akibat TBC pada tahun 2023. India berada di posisi pertama.
10 Negara dengan Kasus TBC Tertinggi 2023:
- India – 2.800.000 kasus | 315.000 kematian
- Indonesia – 1.090.000 kasus | 125.000 kematian
- China – 741.000 kasus | 25.000 kematian
- Filipina – 739.000 kasus | 37.000 kematian
- Pakistan – 686.000 kasus | 47.000 kematian
- Nigeria – 499.000 kasus | 64.000 kematian
- Bangladesh – 379.000 kasus | 44.000 kematian
- Congo – 334.000 kasus | 38.000 kematian
- Myanmar – 302.000 kasus | 44.000 kematian
- Afrika Selatan – 270.000 kasus | 25.000 kematian
Secara global, TBC masih menjadi penyakit mematikan yang sulit dikendalikan. Diperkirakan 1 miliar orang meninggal akibat TBC dalam 200 tahun terakhir. Pada tahun 2023 saja, terdapat 10,8 juta orang jatuh sakit dan 1 juta kematian.
“India, Indonesia, dan China menyumbang kasus terbesar dunia, masing-masing 25,8 persen, 10,1 persen, dan 6,8 persen,” jelas Jaya.
Enam Pilar Strategi Eliminasi TBC di Kaltim
Menindaklanjuti kondisi nasional dan global, Pemprov Kaltim memperkuat implementasi Strategi Eliminasi TBC melalui enam pilar kebijakan:
- Penguatan komitmen dan kepemimpinan daerah
- Peningkatan akses layanan TBC bermutu, ramah pasien, menjangkau wilayah terpencil
- Optimalisasi promosi dan pencegahan, termasuk TPT dan pengendalian infeksi
- Pemanfaatan riset dan teknologi untuk skrining, diagnosis cepat, dan tata laksana pengobatan
- Pelibatan masyarakat dan multi-sektor, termasuk komunitas dan organisasi lokal
- Penguatan manajemen program dan sistem kesehatan agar penanganan lebih efektif dan berkelanjutan
“Semua strategi ini berjalan seiring dengan target nasional. Kaltim ingin memastikan setiap warga mendapat layanan TBC yang setara, berkualitas, dan tanpa beban biaya,” tutup Jaya. (ADV Diskominfo Kaltim)
BACA JUGA
