Kaltim Kejar Target Sanitasi Aman: Sekda Ungkap Akses Baru 3,7 Persen, Jadi Prioritas SPM 2027
SAMARINDA, Inibalikpapan.com – Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur resmi meluncurkan Program Percepatan Pembangunan Sanitasi Permukiman (PPSP) Tahun 2026. Dalam Kick Off Meeting yang digelar di Kantor Gubernur Kaltim, Kamis (2/4/2026), Sekretaris Daerah (Sekda) Kaltim, Sri Wahyuni, menegaskan bahwa tantangan besar menanti dalam mengubah status sanitasi dari sekadar “layak” menjadi “aman”.
Kegiatan bertema “Mendorong Keberfungsian Infrastruktur Sanitasi serta Transformasi Tata Kelolanya” ini menjadi sinyal kuat bahwa Pemprov Kaltim tidak lagi hanya fokus pada pembangunan fisik, tetapi juga keberlanjutan fungsi.
Pekerjaan Rumah: Sanitasi Aman Masih Rendah
Sekda Sri Wahyuni memaparkan data yang cukup kontras. Meskipun cakupan sanitasi layak di Kalimantan Timur sudah mencapai angka 87–88 persen, namun indikator sanitasi yang benar-benar “aman” masih sangat rendah.
“Mandat kita bukan hanya sanitasi layak, tetapi sanitasi yang aman. Saat ini, tingkat akses sanitasi aman di Kaltim baru sekitar 3,7 persen. Ini menunjukkan perlunya upaya serius dalam meningkatkan kualitas tata kelola dan kesadaran masyarakat,” tegas Sri Wahyuni.
Sanitasi Jadi Standar Pelayanan Minimal (SPM) 2027
Menghadapi tantangan penurunan pendapatan daerah di berbagai level, Pemprov Kaltim memastikan sektor sanitasi tetap menjadi prioritas pembangunan. Hal ini dikarenakan pada tahun 2027, sanitasi akan masuk dalam kategori Standar Pelayanan Minimal (SPM) yang wajib dipenuhi oleh pemerintah daerah.
“Artinya, kinerja dan intervensi kebijakan terhadap sektor sanitasi tetap menjadi fokus utama. Ini adalah sistem yang harus kita jaga bersama demi kesehatan masyarakat,” ujarnya.
Butuh Penggerak di Tingkat Tapak
Selain infrastruktur, Sekda menyoroti pentingnya perubahan perilaku masyarakat. Ia meminta Kelompok Kerja (Pokja) Sanitasi untuk memiliki ikatan yang kuat dan mampu mengedukasi warga hingga ke tingkat paling bawah.
“Kita butuh penggerak di lapangan yang bisa mengedukasi masyarakat. Keberfungsian sanitasi tidak hanya soal pipa dan bangunan, tetapi juga soal perilaku dan pemahaman masyarakat akan pentingnya hidup sehat,” lanjut mantan Kepala Dinas Pariwisata Kaltim tersebut. / Pemprov
BACA JUGA
