Kaltim Siaga Darurat Campak! Dinkes Ungkap Cakupan Imunisasi Baru 60 Persen, Jauh dari Target Aman
SAMARINDA, Inibalikpapan.com – Dinas Kesehatan (Dinkes) Provinsi Kalimantan Timur (Kaltim) menabuh genderang kewaspadaan terhadap ancaman penyakit campak. Dalam Pertemuan Koordinasi Kewaspadaan Campak yang digelar secara daring, Dinkes mengungkap fakta mengkhawatirkan mengenai rendahnya capaian imunisasi di Bumi Etam.
Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Dinkes Kaltim, Fit Nawati, menjelaskan bahwa Kaltim kini menghadapi tantangan serius. Sebagai wilayah dengan mobilitas penduduk yang tinggi, Kaltim memiliki risiko besar menjadi hotspot penyebaran penyakit infeksi menular.
Capaian Imunisasi Masih di Bawah Standar
Berdasarkan data terbaru, cakupan imunisasi di Kalimantan Timur saat ini baru menyentuh angka 60 persen. Angka ini masih sangat jauh dari target ideal yang ditetapkan pemerintah, yaitu 90 persen, untuk menciptakan kekebalan kelompok (herd immunity).
“Campak adalah penyakit yang sangat menular dan berbahaya, terutama bagi anak-anak. Saat ini, kita menghadapi tantangan serius karena peningkatan kasus belum dapat dikendalikan secara maksimal akibat cakupan imunisasi yang belum mencapai target,” ujar Fit Nawati, Selasa (31/3/2026).
Gerakkan Kader Posyandu dan Tokoh Masyarakat
Melihat kondisi tersebut, Dinkes Kaltim mendesak penguatan sinergi lintas sektor. Mobilisasi sosial yang melibatkan kader Posyandu dan tokoh masyarakat dinilai sebagai kunci utama untuk memberikan edukasi langsung ke tingkat akar rumput.
“Kami membutuhkan dukungan dari seluruh mitra untuk mensosialisasikan pentingnya imunisasi. Kami mengajak masyarakat agar segera membawa bayi dan balita mereka ke fasilitas kesehatan terdekat untuk mendapatkan hak perlindungan kesehatan,” tegasnya.
Evaluasi dan Pemetaan Wilayah Berisiko
Selain sosialisasi, Fit menekankan pentingnya setiap daerah melakukan evaluasi dan pemetaan di wilayah kerja masing-masing. Hal ini krusial untuk memonitor kemunculan kasus-kasus baru yang dipicu oleh rendahnya cakupan imunisasi di titik-titik tertentu.
Dinkes berharap koordinasi ini menghasilkan kolaborasi nyata, bukan sekadar forum formal. Seluruh instansi terkait diminta memaksimalkan upaya dan menyinergikan program guna mempercepat penanggulangan masalah kesehatan di Kalimantan Timur.
“Kami mengajak seluruh elemen masyarakat untuk terlibat aktif dalam memantau kondisi kesehatan di lingkungan masing-masing demi mencegah perluasan penyakit,” tambahnya. / Pemprov
BACA JUGA
