Kampung Tenun Samarinda Menuju Desa Wisata Berkelanjutan: BI Kaltim Kucurkan Pembiayaan UMKM Rp16,97 Miliar

BIMA ETAM (Business Matching Pembiayaan serta Edukasi dan Literasi Keuangan UMKM) Seri ke-11
BIMA ETAM (Business Matching Pembiayaan serta Edukasi dan Literasi Keuangan UMKM) Seri ke-11 Bank Indonesia Kaltim / Pemprov

SAMARINDA, Inibalikpapan.com – Kantor Perwakilan Bank Indonesia (KPw BI) Provinsi Kalimantan Timur terus memperkuat taji dalam mengakselerasi sektor pariwisata dan ekonomi kreatif. Melalui sinergi bertajuk BIMA ETAM (Business Matching Pembiayaan serta Edukasi dan Literasi Keuangan UMKM) Seri ke-11, BI berkomitmen menyulap Kampung Tenun Samarinda menjadi destinasi wisata berkelanjutan yang tangguh secara ekonomi.

Kegiatan yang digelar pada Selasa (31/3/2026) ini menegaskan bahwa tenun bukan sekadar kain, melainkan identitas budaya yang memiliki nilai jual tinggi di pasar pariwisata global.

Dorong Struktur Ekonomi Kaltim yang Lebih Beragam

Deputi Kepala Perwakilan BI Kaltim, Bayuadi Hardiyanto, mewakili Kepala Perwakilan Jajang Hermawan, menyatakan bahwa Kaltim harus mulai bergeser ke sektor pariwisata untuk menciptakan struktur ekonomi yang lebih tangguh.

“Penguatan desa wisata mampu meningkatkan kunjungan wisatawan, membuka lapangan kerja, dan meningkatkan pendapatan masyarakat sekaligus menjaga warisan budaya kita,” ujar Bayuadi.

BI sendiri telah mendampingi Kampung Tenun sejak 2014. Di tahun 2026 ini, fokus dukungan diarahkan pada penguatan UMKM Hijau dan UMKM Pariwisata guna membangun ekosistem usaha yang lebih inklusif dan berkelanjutan.

Sinergi Lintas Instansi Lewat PKS Terpadu

Komitmen ini tidak hanya di atas kertas. Penandatanganan Perjanjian Kerja Sama (PKS) dilakukan secara kolektif antara BI Kaltim, Dinas Pariwisata Provinsi Kaltim, Disporapar Kota Samarinda, hingga Kelurahan Tenun Samarinda.

Kerja sama ini mencakup empat pilar utama:

  1. Penguatan pariwisata berkelanjutan.
  2. Pengembangan ekonomi kreatif.
  3. Peningkatan akses pembiayaan UMKM.
  4. Penguatan literasi dan inklusi keuangan digital.

BIMA ETAM: Akses Modal Mudah Bagi Pelaku Usaha

Melalui program BIMA ETAM yang telah memasuki seri ke-11, BI bersama OJK dan lembaga jasa keuangan telah menunjukkan hasil nyata. Hingga saat ini, program tersebut telah menjangkau 833 UMKM di seluruh Kaltim.

Prestasi yang dicatatkan pun cukup signifikan, di mana sebanyak 163 UMKM telah berhasil mendapatkan penyaluran pembiayaan produktif dengan total nilai mencapai Rp16,97 miliar. Di Kampung Tenun, para pelaku usaha mendapatkan layanan terpadu, mulai dari pengecekan SLIK OJK hingga pelatihan pencatatan keuangan digital menggunakan aplikasi dari Bank Indonesia. / pemprov

Tinggalkan Komentar

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses