Kasus TB di Balikpapan Turun, Targetkan 3.000 Pemeriksaan Populasi
BALIKPAPAN,Inibalikpapan.com – Kasus tuberkulosis (TB) di Kota Balikpapan diproyeksikan mengalami penurunan pada tahun ini. Berdasarkan data Dinas Kesehatan Kota (DKK) Balikpapan, hingga pertengahan 2025 tercatat sebanyak 1.572 kasus. Jumlah ini jauh lebih rendah dibandingkan tahun sebelumnya yang mencapai 2.783 kasus.
Sebelumnya, data per April 2025 menunjukkan sudah ada 833 kasus TB dengan 21 angka kematian. Penurunan tren ini disebut sebagai hasil dari berbagai upaya masif yang dilakukan pemerintah kota untuk menekan penyebaran penyakit menular tersebut.
Kepala DKK Balikpapan, Alwiati, menjelaskan bahwa pihaknya menargetkan pemeriksaan terhadap 3.000 orang yang masuk kelompok populasi rawan TB di seluruh kelurahan.
“Saat ini pemeriksaan sudah mencapai 1.500 orang, berarti sekitar 50 persen target sudah berjalan,” ujarnya, Senin (25/8/2025).
Pemeriksaan dilakukan mulai dari anak usia 1 tahun hingga dewasa. Selain itu, DKK juga melakukan langkah jemput bola dengan mendatangi rumah warga.
“Upaya ini penting agar TB tidak semakin menular di rumah. Karena TB mudah sekali menular, apalagi pada keluarga dengan perokok atau yang salah satu anggotanya sedang sakit TB,” jelas Alwiati.
Dalam kunjungan ke rumah pasien, petugas kesehatan tidak hanya memberikan pemeriksaan, tetapi juga edukasi tentang pola hidup sehat serta bantuan makanan bergizi. Menurut Alwiati, hal ini juga berkaitan dengan pencegahan stunting pada anak.
“TB bisa menjadi salah satu penyebab anak stunting. Jadi kami tidak hanya fokus pada pengobatan, tetapi juga pencegahan agar gizi anak tetap terjaga,” tambahnya.
Daya Tahan Tubuh
Secara nasional, Kementerian Kesehatan RI mencatat terdapat 138.649 kasus TB anak di Indonesia. Angka ini menjadi perhatian serius karena anak-anak memiliki daya tahan tubuh yang lebih rentan. Meski begitu, Alwiati menekankan masyarakat tidak perlu panik.
“Penularan TB pada anak bisa dicegah. Hal terpenting adalah segera memeriksakan diri ke puskesmas bila ada gejala, sehingga dapat ditangani sejak dini,” tegasnya.
Dengan berbagai langkah ini, Pemkot Balikpapan optimistis tren kasus TB dapat terus ditekan, sekaligus meningkatkan kesadaran masyarakat akan pentingnya deteksi dini dan pencegahan.***
BACA JUGA
