Keluhan Warga Terjawab, Jalan Penghubung Balikpapan Utara–Timur Ditingkatkan 2025

BALIKPAPAN, Inibalikpapan.com – Keluhan warga soal jalan sempit dan rusak yang menjadi akses utama Balikpapan Utara dan Timur mulai dijawab pada 2025. Dinas Pekerjaan Umum (PU) Kota Balikpapan menyiapkan peningkatan sejumlah ruas jalan lingkungan yang selama ini dipakai warga untuk aktivitas harian, mulai dari berangkat kerja hingga ke sekolah.

Program ini difokuskan pada perbaikan struktur jalan, pelebaran badan jalan, serta peningkatan konektivitas antarkawasan permukiman agar mobilitas warga lebih nyaman dan aman.

Jalan Lingkungan Jadi Jalur Hidup Warga

Selama bertahun-tahun, jalan lingkungan di Balikpapan Utara dan Timur menjadi jalur utama warga. Namun di beberapa titik, kondisi jalan sempit dan cepat rusak, terutama saat hujan, kerap memperlambat perjalanan dan memicu antrean kendaraan.

“Jalan lingkungan itu langsung dipakai warga setiap hari. Karena itu perencanaannya disesuaikan dengan kondisi lapangan dan aktivitas masyarakat,” ujar Kepala Bidang Pembangunan dan Peningkatan Jalan DPU Kota Balikpapan, Rahmatullah, Senin (29/12/2025).

Menurutnya, peningkatan jalan dilakukan berdasarkan kondisi eksisting agar manfaatnya bisa langsung dirasakan warga.

Ruas Penghubung Utara–Timur Mulai Diperlebar

Dalam paparan teknis DPU, sejumlah ruas yang menjadi jalur tembus Balikpapan Utara dan Timur masuk daftar peningkatan pada 2025, di antaranya:

Jalan Mukmin Faisal (tembus Jalan Soekarno-Hatta) sepanjang sekitar 807 meter dengan lebar 7,45 meter, selanjutnya Jalan Mukmin Faisal (tembus SMP 23) dengan spesifikasi serupa,

Jalan Bhayangkara, Kelurahan Graha Indah sepanjang sekitar 502 meter dengan lebar 8 meter.

Selain itu, peningkatan juga dilakukan pada:

Jalan Projak 3 sepanjang sekitar 1.080 meter, Jalan KIK lanjutan sepanjang sekitar 302 meter dengan lebar mencapai 10 meter.

Peningkatan ini ditujukan untuk memperbaiki daya dukung jalan agar lebih aman dilalui kendaraan roda dua maupun roda empat.

Dampak Langsung ke Aktivitas Harian

Bagi warga, jalan yang lebih baik bukan sekadar proyek fisik. Akses yang lebih lebar dan kuat diharapkan mengurangi waktu tempuh, memudahkan akses ke sekolah dan tempat kerja, serta memperlancar distribusi barang di lingkungan permukiman.

“Kalau jalannya bagus, transportasi umum juga lebih nyaman masuk ke kawasan warga,” jelas Rahmatullah.

Ia menambahkan, konektivitas antarruas jalan ini dirancang untuk mendukung mobilitas perkotaan secara bertahap tanpa mengganggu aktivitas masyarakat.

DPU menegaskan, peningkatan infrastruktur jalan ini juga mendukung peran Balikpapan sebagai kota penyangga Ibu Kota Nusantara (IKN). Namun yang utama, manfaatnya harus dirasakan langsung oleh warga kota.

“Semua kami rancang agar dampaknya benar-benar dirasakan masyarakat. Bukan hanya di atas kertas,” pungkasnya.***

Tinggalkan Komentar

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses