Kelurahan Gunung Samarinda Baru Perkuat Layanan Publik, Sistem Data Digital Berbasis Warga

Pelayanan di kantor Mal Pelayanan Publik Kota Balikpapan

BALIKPAPAN,Inibalikpapan.com — Transformasi digital mulai merambah hingga level pemerintahan paling dekat dengan masyarakat. Kelurahan Gunung Samarinda Baru (GSB), Kecamatan Balikpapan Utara, mengembangkan sistem digitalisasi kependudukan berbasis wilayah hingga tingkat rukun tetangga (RT) guna meningkatkan kualitas layanan publik dan akurasi data.

Lurah Gunung Samarinda Baru, Yulita Kusuma Lestari, mengatakan bahwa pengembangan kelurahan digital menjadi arah utama dalam pembenahan sistem informasi dan pelayanan kepada masyarakat. Seluruh informasi terkait kelurahan secara bertahap dipublikasikan melalui platform digital seperti situs web resmi dan media sosial.

“Semua informasi kelurahan kami publikasikan melalui media digital, seperti website dan Instagram. Nantinya, masyarakat bisa mengakses data dan informasi secara lebih mudah dan terbuka,” ujar Yulita, Kamis (26/3/2026).

Salah satu inovasi yang telah berjalan adalah penyediaan peta wilayah berbasis RT yang dapat diakses secara daring. Melalui fitur ini, warga dapat mengetahui pembagian wilayah secara rinci, sehingga memudahkan kebutuhan administrasi maupun koordinasi antarwarga.

Selain itu, digitalisasi juga diterapkan dalam sistem pelaporan kader Pemberdayaan dan Kesejahteraan Keluarga (PKK). Jika sebelumnya pencatatan dilakukan secara manual, kini proses pelaporan beralih menggunakan sistem berbasis Google Form yang dinilai lebih efisien dan praktis.

“Pelaporan yang sebelumnya manual sekarang kami tindak lanjuti secara digital. Ini mempermudah kader dalam menginput dan mengelola data,” kata Yulita.

Saat ini, fokus digitalisasi masih pada pendataan, khususnya yang berkaitan dengan indikator penilaian PKK. Para kader bertugas mengumpulkan data di lapangan, termasuk data kependudukan dan variabel sosial lainnya, yang kemudian diolah bersama pihak kelurahan.

Dimanfaatkan Secara Luas

Kolaborasi antara kader PKK dan aparat kelurahan menjadi kunci dalam pengembangan sistem ini. Data yang terkumpul tidak hanya disimpan, tetapi juga disajikan secara informatif melalui platform digital agar dapat dimanfaatkan secara luas.

Ke depan, digitalisasi layanan akan terus dikembangkan untuk menjangkau kebutuhan masyarakat secara langsung. Namun, implementasinya masih menunggu proses perizinan dan koordinasi dengan instansi terkait, termasuk Dinas Komunikasi dan Informatika.

Yulita menilai langkah ini penting mengingat karakteristik warga GSB yang mayoritas tinggal di kawasan perumahan dengan mobilitas tinggi. Sistem digital diharapkan mampu menjawab keterbatasan interaksi tatap muka dalam pelayanan.

Pengembangan ini juga sejalan dengan program “Satu Data Kota Balikpapan” serta memperkuat posisi GSB sebagai kelurahan berbasis statistik melalui program Desa Cinta Statistik.

“Data yang terkumpul diharapkan tidak hanya menjadi arsip, tetapi juga menjadi dasar dalam perencanaan pembangunan yang lebih tepat sasaran,” ujar Yulita.***

Tinggalkan Komentar

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses